Johor Gandeng Batam, Buat Paket Wisata Bersama

833
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan berbincang dengan Mentri parawisata Johor Malaysia  Y.B Datuk Tee Siew Kiong (tengah) dan pemilik kawasan wsiata terpadu Harbour Bay Hartono (kiri) saat berkunjungan ke kantor Pemko Batam, Kamis (15/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan berbincang dengan Mentri parawisata Johor Malaysia Y.B Datuk Tee Siew Kiong (tengah) dan pemilik kawasan wisata terpadu Harbour Bay Hartono (kiri) saat berkunjungan ke kantor Pemko Batam, Kamis (15/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam sepakat bekerja sama dengan Jabatan Pelancongan Negeri Johor, Malaysia untuk mengembangkan industri pariwisata dengan membuat paket wisata Johor-Singapura-Batam. Tahap awal kerja sama ini dibuat antara Batam dengan Johor.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan jika kerja sama itu terwujud diyakini bakal mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Setidaknya, Dahlan menyebut bakal dapat luapan wisman dari pelbagai negara yang berkunjung ke Johor untuk kemudian melanjutkan plesirannya ke Batam.

“Tahun lalu mereka dapat 6 juta wisman, kalau 2 juta saja yang ke Batam ditambah jumlah wisman kita sekarang yang 1,5 juta, sudah berapa,” kata Dahlan usai berdiskusi dengan Menteri Pelancongan Negeri Johor, Datuk Tee Siew Kiong beserta rombongan di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (15/10).

Selama ini, wisman yang berkunjung ke Batam rata-rata didominasi dari Singapura, Malaysia, Tiongkok dan beberapa negara lain di kawasan Asia. Dengan kerjasama itu, Dahlan mengharapkan makin banyak turis yang datang ke Malaysia dan Singapura kemudian melanjutkan kunjungan wisatanya ke Batam.

Mengingat, paket kerja sama yang akan dibuat dan ditawarkan hasil kerja sama pihak-pihak tersebut juga akan dijual lintas Benua, hingga ke Eropa dan Afrika, bahkan Amerika.

“Target kita memang bukan orang Malaysia saja, tapi orang asing yang datang ke Malaysia,” jelas Dahlan.

Menurut Dahlan, kerja sama yang dimulai antar pemerintah (government to government/G to G) itu akan ditindaklanjuti oleh pihak swasta (bussiness to bussiness/B to B).

“Kita hanya fasilitator dan regulator, nanti teman-teman yang bergerak di industri pariwisata dan organisasi terkait yang akan menyambut bola,” kata Wali Kota.

Disinggung stigma negatif oleh orang Johor yang menganggap Batam sebagai salah satu destinasi wisata syahwat, Wali Kota menampik. Menurut Dahlan, hal itu telah berubah seiring perkembangan Batam yang menyajikan destinasi wisata seperti kuliner, perdagangan dan eksotika alam.

“Itu imej dulu, karena sekarang kita tidak jual wisata seperti itu,” tegas Wali Kota.

Sementara itu, Menteri Pelancongan Negeri Johor, Datuk Tee Siew Kiong mengatakan kerjasama yang dibuat antara dua pihak ini bukan untuk saling menyaingi, melainkan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menggaet makin banyak kunjungan wisman.

“Hubungan yang dekat ini agar membawa dampak limpahan ekonomi yang penting bagi kedua pihak,” kata Datuk Tee.

Ia jelaskan, kerja sama itu bisa diwujudkan dalam bentuk mengemas program pariwisata yang belum terungkap, kerja sama persilangan budaya, pertukaran program pariwisata, dan kebudayaan, hingga promosi dan pemasaran bersama.

“Pihak pengusaha industri pariwisata boleh mengambil kesempatan untuk mengusahakan paket Batam-Johor Bahru ini,” kata dia.(rna)

Respon Anda?

komentar