Kisah “Hilangnya” Dua Siswi SMK Muhammadiyah Batam

618
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Sempat dikabarkan hilang Erma Suryani dan Putri Dwi Winiarti, keduanya siswi SMK Muhammadiyah Batam rupanya tidak hilang. Keduanya kos.

Begini kisahnya. Kedua karib ini sudah berjanjian untuk ke tempat salah satu teman sekelasnya yakni Reda di Simpangdam Kelurahan Mukakuning untuk meminjam uang yang rencananya akan dipakai membayar sekolah.

“Saya alasan saja mau ke tempat Putri untuk kerjakan PR. Sebenarnya kami mau ke tempat Reda mau pinjam uang, tapi Reda gak punya (uang, red),” tuturnya.

Lanjut Erma, sehabis dari tempat Reda, lantas keduanya kembali ke rumah Putri setelah sebelumnya sempat mampir di Perumnas Sagulung hanya untuk sekadar duduk. Malam itu Kamis (8/10) Erma menginap di rumah Putri. Keesokan harinya, Jumat pukul 13.00 WIB keduanya lantas ke Tiban Koperasi diantar dua teman laki-lakinya yang sudah tidak bersekolah.

“Satu bonceng Putri, satunya (bonceng) aku,” kata Erma.

Dia juga mengatakan pemilik kos langsung menerima kehadiran mereka tanpa menanyakan detail perihal latar belakang kedua siswa jurusan Akuntansi ini.

“Mereka (teman cowok, red) ngantarnya sampai jalan besar saja, lalu kami cari kos sendiri. Dapat kos di Tiban Koperasi, yang punya kos gak terlalu tanya tentang kami,” katanya.

Erma mengatakan dia nekat ngekos karena diajak Putri dan malu karena sudah menunggak pembayaran sekolah selama tiga bulan, dia memilih ikut ajakan putri lantaran takut dimarahi orang tua jika pulang ke rumah.

“Yang dikasih sama orang tua cuma Rp 500 ribu, masih satu juta lagi karena sebulannya Rp 500 ribu. Dengar kabar kalau gak bayar gak bisa ikut ujian trus kami cari kos, aku ikut saja diajak Putri,” ujar putri pasangan dari Darmawi dan Elia.

Darmawi berprofesi sebagai satpam di Perumahan Villa Mukakuning, sedangkan Elia ibu rumah tangga biasa.

Selama dalam pelarian Erma mengaku seluruh biaya baik pembayaran kos maupun untuk keperluan lain sehari-hari dibiayai oleh Putri dari hasil penjualan satu unit ponsel milik Putri, selain itu mereka juga meminta bantuan ke temannya yang lain via telepon dan meminta temannya tersebut agar tidak memberitahukan perihal keberadaan mereka ke siapapun. Dia juga mengatakan selama menginap di kos dia bersama Putri jarang keluar.

“Dia (Putri, red) jual HP Samsung Galaxy Young dapat Rp 700 ribu, buat bayar kos Rp500 ribu dan sisanya buat makan. Ada juga minta sama kawan namanya Nana tapi dia ngantarnya gak sampai kos,” katanya.

Diceritakan Erma Keinginan untuk pulang lantaran setelah membaca berita tentang mereka dari salah surat kabar Selasa (13/10) malam, membaca berita tersebut Erma memberitahukan keinginannya pada Putri karena panik dicari orang tuanya.

Keesokan harinya Rabu (14/10) sekira pukul 15.00 WIB Erma pulang ke rumah setelah sebelumnya meminta salah seorang kenalannya yang bernama Ani.

“Dijemput sama kak Ani. Saya duluan pulangnya, si Putri belakangan,” ujarnya.

Dia mengaku menyesal dengan sikapnya tersebut. Kedepan dia tidak akan lagi mengulangi perbuatannya tersebut. “Gak lagi lah, takut juga. Orang tua jadi khawatir,” tutupnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar