Tak Dapat Raskin, Warga Ruli Jodoh Datangi Kantor Lurah

455
Pesona Indonesia
Penyaliran beras miskin (raskin). Foto: dok. jpnn
Penyaliran beras miskin (raskin). Foto: dok. jpnn

batampos.co.id – Belasan warga pemukiman rumah liar (Ruli) Jamsostek RT02/RW01 Jodoh, mendatangi Kantor Lurah Jodoh, Kamis (15/9) pagi. Mereka meminta kejelasan mengenai pembagian beras raskin (raskin) yang tak diterima dalam waktu 2 tahun belakangan.

Padahal, warga ini sudah melalui pendataan dari perangkat RT setempat dan tercatat di Kantor Lurah sebagai penerima raskin. Namun, beras yang didistribusikan melalui RT setempat tak pernah sampai.

“Saya sudah dua kali dimintai KK (Kartu Keluarga) oleh RT dan didata. Tapi sampai sekarang tak pernah dapat beras ini,” ujar Riyanto, salah seorang warga di Kantor Lurah, Raskin.

Riyanto mengatakan pembagian beras yang dilakukan ketua RT 02, Haris Pasaribu ada unsur diskriminasi atau pembedaan. Beras yang merupakan hak warga kurang mampu itu diduga hanya dibagikan kepada orang terdekat ketua RT.

“Orang yang dekat dengan dia akan dapat. Padahal saya sudah berulang kali meminta,” tutur pedagang mie ayam ini.

Ia mengaku pihak kelurahan harus langsung melakukan pengecekan jatah beras yang didistribusikan kepada ketua RT. Pengecekan itu untuk memastikan beras akan sampai kepada warga yang terdata atau membutuhkan.

“Sebulan dapat 15 kg. Sekarang sudah dua tahun, kemana perginya?” tanya Riyanto.

Sementara itu, Haris Pasaribu, ketua RT 01, rumah liar (Ruli) Jamsostek, Jodoh mengatakan pembagian raskin di pemukimannya sudah sesuai data yang dicatat BPS (Badan Pusat Statistik). Namun, ia mengaku beberapa warga yang tak mendapatkan akibat nama yang tak jelas.

“Namanya kurang jelas sama saya. Yang lain dapat,” kata Haris.

Menurutnya, pendsitribusian raskin terkendala pendataan nama penerima dari BPS. Setiap tahunnya para penerima akan bergantian, sehingga menyulitkan perangkat RT.

“Pendataannya berubah-ubah. Kadang ada yang pindah dan masuk warga baru. Jadi susah,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Kantor Lurah Jodoh, Didi mengaku pemdistribusian raskin sudah memiliki peraturan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Saat ini warga yang tak mengambil jatah raskin akan dilimpahkan kepada warga lainnya yang membutuhkan.

“Kalau 3 bulan berturut-turut tak diambil, bisa dikasih dengan warga lain. Asalkan warga itu membutuhkan,” katanya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar