Diupah Rp5 Juta, Wanita Tiga Anak Ini Nekat Selundupkan Sabu

328
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Terdakwa Diana, kurir sabu yang datang dari Malaysia menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis (15/10) sore, di Pengadilan Negeri Batam.

Dalam keterangannya, ia mengaku terpaksa melakukan ‘tugas’ itu karena himpitan ekonomi. Sementara ia harus menghidupi ketiga anaknya. “Saya bawa sabu itu karena ditawarkan Mince (DPO) agar dapat upah Rp 5 juta,” ujarnya terisak-isak saat memberikan keterangan.

Ia melanjutkan, sabu seberat 95 gram tersebut akan ia serahkan kepada seorang pembeli di Batam. “Mince bilang ada orang Indonesia yang mau beli sabunya senilai 8 ribu ringgit, kalau sudah berhasil saya antar baru upah saya diberikan (upah),” terangnya.

Diana yang merupakan WNI yang sedang bekerja di Malaysia, sama halnya dengan Mince. Ia mengaku, upah yang ia harapkan itu guna untuk menambah ongkosnya pulang kampung melihat anak-anaknya.

“Saya ingin pulang kampung lihat anak, tapi uang tidak cukup buat ongkos, makanya saya mau melakukan ini,” sebut Diana dengan tangis yang tak tertahan.

Diketahui, sabu tersebut ditemukan oleh pihak kepolisian saat pemeriksaan barang bawaan terdakwa dari Malaysia. Mince lah yang mempersiapkan semuanya, hingga menyimpan Narkotika golongan I itu. “Mince yang simpan sabunya dalam Softex, saat nurut saja,” tuturnya lagi.

Dari keterangan yang diberikan terdakwa, ketua Majelis Hakim Budiman Sitorus, didampingi anggota Majelis yaitu Juli Handayani dan Alvian, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Akbar untuk segera membuat tuntutan.

“Saya minta waktu sepekan untuk membuat tuntutan Yang Mulia,” kata JPU Andi.

Atas permintaan JPU, maka sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa Diana, akan kembali dilanjutkan pada Kamis (22/10) mendatang. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar