Ketua RW Dipolisikan, Warga Datangi Mapolsek Batuaji

315
Pesona Indonesia
Tempat penyimpanan genset yang hampir roboh di RW 01 Perumahan Genta II,  Buliang, Batuaji, Jumat (16/10). foto: ahmad yani / batampos
Tempat penyimpanan genset yang hampir roboh di RW 01 Perumahan Genta II, Buliang, Batuaji, Jumat (16/10).
foto: ahmad yani / batampos

batampos.co.id – Puluhan perangkat RT/RW mendatangi Mapolsek Batuaji, Jumat (16/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka terkait permasalahan Ketua RW yang dilaporkan ke polisi.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Buliang, Edi Purwanto, mengatakan kedatangan mereka ke Mapolsek Batuaji terkait kasus yang dialami oleh Ketua RW 01 Perumahan Genta II,  Buliang, Batuaji, Asep yang telah dilaporkan pihak Depelover Link Hotel ke polisi atas perusakan tempat penyimpanan genset yang hampir roboh saat gotong royong untuk menormalisasi parit, Rabu (23/9) silam.

”Kita datang ke Mapolsek Batuaji untuk menjelaskan kepada polisi bahwa bukan pengerusakan, tetapi waktu itu memperbaiki saluran air,” ujar Edi.

Edi mengaku pihak Depelover Link Hotel menganggap RW telah melakukan pengrusakan atas turunnya genset tersebut, namun hal itu tidak dilakukan dengan sengaja.

”Usai gotong royong tanahnya jatuh dan mengakibatkan tempat genset menjadi turun,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrial Lubis, salah satu warga yang juga ikut mendatangi Mapolsek Batuaji mengatakan, gotong royong tersebut merupakan kesepakatan samua perangkat, seperti RT/RW bahkan Lurah. Hal itu untuk membuat normalisasi agar tidak terjadi banjir di Perumahan Genta II.

”Lima menit saja hujan sudah banjir setinggi setengah meter,” ujar Syahrial.

Kanit Reksri Polsek Batuaji, Iptu M Said, mengatakan permasalahan ini akan dilakukan mediasi antar kedua belah pihak supaya masalah tersebut bisa segera diselesaikan secara baik-baik.

”Pak RW sudah kita minta keterangan. Niat RW baik karena telah melakukan pengerukan,” ujar Said.

Sementaras itu, General Manager Link Hotel, Charisma, membantah telah melaporkan ketua RW kepada pihak polisi.

”Kita tidak pernah melapor ke polisi, mungkin yang melapor dari pihak depelover,” ujar Charisma. (cr14)

Respon Anda?

komentar