Pak Menteri Jonan, Wartawan di Batam Kecewa, Diusir Anggota KPLP waktu Liput Acara Pak Menteri

884
Pesona Indonesia
Rasa kecewa wartawan Batam saat meliput acara Menteri Jonan.
Rasa kecewa wartawan Batam saat meliput acara Menteri Jonan.

batampos.co.id – Pak Menteri Jonan, puluhan wartawan dari media cetak, media elektronik dan media online di Batam kecewa. Kecewa berat.

Kunjungan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan ke Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (17/10) nyaris berujung bentrok. Rencananya  Menteri Perhubungan Ignatius Jonan meresmikan kapal milik Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP).

Saat sudah ada di pelabuhan mereka diusir secara kasar oleh  petugas KPLP yang bersenjata laras panjang.

“Tak hanya dihalang-halangi masuk oleh petugas KPLP, tapi juga didorong dengan kasar oleh petugas KPLP bersenjata laras panjang,” ujar Saugi Sahab, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepri di lokasi kejadian.

Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) mengaku mendapat intruksi dari Protokoler Menteri Perhubungan agar tidak membenarkan wartawan meliput acara itu, padahal Humas Kementerian telah mengundang wartawan empat hari sebelum acara berlangsung.

“ID Pers milik saya tidak berlaku, petugas meminta kepada saya untuk menunjukkan undangan tertulis,” kata Saugi.

“Apa-apaan ini kok nggak bisa masuk, kami sudah ada ID resmi masih juga tak bisa masuk,” ujar Saugi.

Tidak hanya Saugi, ada puluhan wartawan yang tak bisa masuk ke lokasi acara peresmian tersebut. Barulah, setelah Menteri Jonan keluar dan meninggalkan lokasi, sejumlah wartawan diperbolehkan masuk ke lokasi acara.

Bahwa larangan meliput wartawan terhadap Menteri Perhubungan Ignatius Jonan bukan keinginan dari KPLP Batam, tetap murni atas intruksi Protokoler Menteri Perhubungan.

” Kami terima undangan dari Badrul dan Kiki, staf Humas Kementerian Perhubungan,” kata Fadli wartawan The Jakarta Post.

Dalam undangan tersebut disebutkan secara rinci, jam 10.00 WIB, lokasi di Pelabuhan Batu Ampar, Batam tanggal 17 Oktober 2015. Undangan melalui SMS itu berkali-kali diterima wartawan, dan diharapkan datang tepat waktu.

” Maaf mas, acaranya dipercepat, dan kami sudah meluncur ke Tanjunguban,” jawab Badrul.

Ia mengatakan acara dipercept, dan sekarang sudah selesai.

” Perlakuan yang tidak manusiawi,” kata Fadli, wartawan The Jakarta Post. Ia kecewa atas perlakuan petugas keamanan di pelabuhan yang berlebihan dan terkesan over acting.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Batam, Muhammad Zuhri mengecam keras tindakan petugas keamanan yang menghalangi pekerjaan wartawan tersebut, apalagi wartawan tersebut di undang.

“Tidak ada yang perlu dirahasiakan, ini era terbuka,” kata Muhammad Zuhri. (ptt/tempo)

Respon Anda?

komentar