batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, sore tadi┬áSabtu (17/10) mungkin listrik di rumah Anda padam. Penyebabnya, terjadi kebocoran pipa suplai gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN) yang akan dikirim ke pembangkit listrik milik bright PLN Batam di Panaran.

“Akibatnya, pembangkit yang mendapat suplai gas tersebut akhirnya di-shut down (matikan),” kata Corporate Communication Manager PLN Batam, Rudi Antono, tadi malam.

Pemadaman listrik itu, kata Rudi, menjangkau rata di hampir semua wilayah di Batam. Akibatnya, mati listrik juga dirasakan oleh pelanggan yang tersebar mulai dari Sekupang, Batuampar, Bengkong, Batamcenter, dan beberapa wilayah lain.

“Saya cek, padamnya mencapai 50 persen area Batam,” kata dia.

Pembangkit listrik di Panaran, sambung Rudi, mampu menyuplai sekitar 180 MW energi listrik. Ia jelaskan, pada akhir pekan seperti tadi malam, sebenarnya beban puncak listrik lebih rendah dibanding hari-hari biasa. Ia menyebut, beban puncak akhir pekan sebesar 260 MW (mega watt), lebih sedikit dibanding beban hari biasa yang mencapai 290-310 MW. Namun, karena ada gangguan yang di luar prediksi, maka listrik terpaksa dipadamkan.

“Ini tidak diprediksi, karena kami mendeteksi ada kebocoran itu siang tadi (kemarin), kami perbaiki tapi ternyata tidak selesai,” bebernya.

Menurut Rudi, pemadaman itu dikalkulasi hanya berlangsung sekitar 2 hingga maksimal 3 jam saja. Setelah perbaikan usai, Rudi katakan listrik akan kembali menyala.

Manager PGN Area Batam, Sony Rahmawan membenarkan terjadi gangguan di jalur pipa utama yang menuju ke Panaran pada siang, kemarin. Karena itu, pihaknya mengaku perlu memperbaiki dan kurang lebih memakan waktu satu jam.

“Itu harus diperbaiki, dan tidak bisa ditunda,” kata Sony.

Menurut dia, pihaknya harus bergerak cepat dan mengisolir fasilitas yang ada demi menjaga keamanan para pelanggan, termasuk PLN Batam dan pelanggan gas lainnya.

“Kami juga sudah koordinasi dengan PLN (Batam) untuk perbaikan ini, diperkiraan butuh satu hingga dua jam,” terangnya.

Menurut Sony, pihaknya merespon cepat gangguan di lapangan untuk meminimalisir dampak, sekaligus memastikan suplai gas ke pelanggan tetap terjamin.

“Ini di luar dugaan, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki ini,” kaat dia.

Listrik menyala lagi sekira pukul 21.30. (rna)

Respon Anda?

komentar