Tim DVI Mabes Polri Akan Bongkar Makam Nia

430
Pesona Indonesia
Nia, saat masih hidup. Foto: facebook Nia
Nia, saat masih hidup. Foto: facebook Nia

batampos.co.id – Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri telah berada di Batam untuk membantu mengungkap misteri sejumlah kasus pembunuhan wanita muda di Batam. Termasuk siswi SMA Negeri 1, Dian Trisna Afiefa (Nia) yang ditemukan tewas dengan luka gorok di leher tiga pekan lalu di hutan Seiladi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh tim DVI Mabes Polri adalah membongkar makam Nia untuk diautopsi. Renncana ini telah disampaikan oleh tim DVI kepada keluarga Nia.

“Tapi tidak tega juga jika harus dibongkar, kan sudah ada hasil visum,” ujar Isna saat ditemui di kediamannya di Blok A5 No 8 di perumahan Villa Mukakuning Keluharan Tembesi, Jumat (16/10).

Namun demikian dia berharap polisi bisa mengungkap pelaku pembunuhan putrinya tersebut. Dia juga mengaku telah mengikhlaskan kematian putri sulungnya itu, namun dirinya akan tenang jika kasus tersebut tuntas. “Kalau didapat (pelaku), supaya tidak ada korban lagi,” tambahnya.

Handphone Nia yang sempat disita polisi kata Isna telah dikembalikan dimana terdapat tanda-tanda kepergian anaknya tersebut yakni adanya screenshot  tentang panduan salat jenazah dalam hape yang sudah dipakai korban selama seminggu sebelum meninggal. Screenshot itu diambil Senin (21/9) sekira pukul 08:18, itu dapat dilihat dari detail date foto tersebut yang tertera 09/21/2015 08:18.

“Hapenya ini dibawa sama polisi hari Senin, ketika lihat foto-fotonya ada tentang panduan salat jenazah. Kayaknya memang udah siap sekali kakak (Nia, red),” ujar Isna sambil menunjukkan beberapa screenshot tersebut yang satu folder dengan foto-foto Nia.

“Mudah-mudahan Allah menunjuk jalan supaya kasus ini terungkap,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto, membenarkan tim DVI itu dikirim ke Batam untuk memeriksa jasad korban pembunuhan.Terutama untuk tiga kasus pembunuhan wanita muda. Salah satunya Nia.

“Ini juga sebagai bantuan penyelidikan agar bisa cepat mengungkap pelakunya,” katanya di Jakarta, Kamis (15/10).

Sejauh ini Mabes Polri juga belum mendapat titik terang apakah serangkaian pembunuhan itu dilakukan satu pelaku (serial killer) atau berbeda-beda.

“Memang sepertinya pembunuh berantai, tapi harus dipastikan dulu dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” sambungnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar