Udara Membaik, Penderita ISPA Menurun

292
Pesona Indonesia
Kabut asap yang menyelimuti kawasan Engku Putri Batamcenter, Kamis (23/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap yang menyelimuti kawasan Engku Putri Batamcenter, Kamis (23/9) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kualitas udara Kota Batam yang membaik selama beberapa hari terakhir ternyata mampu menekan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

“Angka ISPA sempat naik, tapi sekarang menurun sejak udara kembali segar,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Chandra Rizal di Media Center Pemko Batam, Jumat (16/10).

Data Dinkes Batam menyebut, pada saat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Batam meningkat akibat kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan pada bulan September lalu, jumlah penderita ISPA mencapai 5.906 kasus.

“Tapi sekarang angkanya menurun jadi 2.743 pada medio 1 sampai 15 Oktober,” kata dia.

Menurut Chandra, dari sekian banyak pasien ISPA tersebut, tidak ada yang sampai pada tahap akut atau sakit parah. Hal itu, kata dia, lantaran fasilitas kesehatan di Kota Batam sudah cukup banyak, sehingga masyarakat dengan mudahnya mendapatkan layanan kesehatan ketika timbul gejala penyakit pernapasan ini.

Namun, Kepala Dinas menyambung, dari jumlah penderita tersebut, kebanyakan penderitanya anak-anak. Penyebabnya, karena daya tahan tubuh mereka masih lemah.

“Itu salah satu alasan beberapa waktu lalu pemerintah sempat meliburkan anak TK dan PAUD,” terangnya.

Adapun angka ISPU tertinggi yang pernah dicapai Batam ketika kabut asap melanda adalah 257. Pada kondisi itu, kualitas udara Batam masuk kategori sangat tidak sehat. Namun kini, kondisinya membaik dengan angka ISPU di bawah 100, atau kategori sedang. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar