Jalan Diponegoro Sekupang Rawan Kriminal, Ini Permintaan Warga

650
Pesona Indonesia
Nia, saat masih hidup. Foto: facebook Nia
Nia, saat masih hidup. Nia dicegat orang tak dikenal di Jalan Diponegoro depan Perumahan Delta Villa. Foto: facebook Nia

batampos.co.id  – Banyaknya kasus kriminalitas jalanan hingga pembunuhan saat ini sangat meresahkan warga Batam, terutama warga Sekupang dan sekitarnya. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah pembunuhan Dian Milenia Tresna Afiefa atau Nia, siswi SMAN 1 Batam. Nia dicegat di Jalan Diponegoro, tak jauh dari ruas jalan di depan Perumahan Delta Villa.

Kasus lainnya, percobaan penculikan yang dialami Diana di depan Perumahan Delta Villa, Sekupang atau tepatnya di Jalan Diponegoro. Jalan ini pada malam hari minim penerangan dan sepi dari pengendara.

“Saya sendiri kalau malam atau mulai gelap tak mau ke luar rumah. Takut dengan keadaan Batam sekarang,” kata Dewi, warga sekitar lokasi.

Menurutnya, pelaku sebelum melancarkan aksi sudah melakukan pengintaian terhadap korban. Sehingga, pelaku bergerak cepat dan beraksi tanpa menimbulkan kecurigaan maupun jejak.

“Saya rasa pelakunya sering bolak-balik di jalan itu. Makanya saya berfikir dua kali ke luar malam,” terangnya.

Dewi berharap pihak kepolisian harus bertindak dan meningkatkan pengawasan di sekitar lokasi tersebut, ditambah banyaknya orang yang mencurigakan. Selain itu, ia berharap pemerintah segera menambah penerangan.

“Bisa saja polisi mendirikan pos-pos sepanjang jalan ini. Pasti tidak ada lagi kejahatan,” paparnya.

Hal senada disampaikan Lilin, warga Tiban. Menurutnya, Jalan Diponegoro salah satu lokasi pilihan para pelaku kriminal. Selain sepi, jalan tersebut strategis yang menghubungkan wilayah Batuaji maupun Marina.

“Pelakunya bisa lari kemana saja dan langsung sembunyi. Sementara orang tidak ada yang melihat, apalagi polisi,” terangnya.

Ia berharap pihak kepolisian bisa mengembalikan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat. Termasuk mengamankan pelaku pembunuhan sadis terhada tiga gadis muda. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar