KM Kelud Berhenti Berlayar Mulai Hari Ini, Tak Ada Kapal Pengganti

1936
Pesona Indonesia
Penumpang KM Kelud dari Batam tujuan Belawan dan Jakarta naik di pelabuhan Beton, Sekupang saat kapal ini masih beroperasi. Foto: falil harahap/batampos
Penumpang KM Kelud dari Batam tujuan Belawan dan Jakarta naik di pelabuhan Beton, Sekupang saat kapal ini masih beroperasi. Foto: falil harahap/batampos

batampos.co.id – KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), untuk sementara akan berhenti beroperasi mulai Minggu (18/10) hari ini. Selama satu bulan, kapal dengan rute Batam-Jakarta dan Batam-Medan ini akan mengalami perbaikan.

Kepala cabang Pelni Batam Abdullah N Tue melalui manajer operasionalnya, Dahlan Mustofa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, sesuai jadwalnya kapal yang mampu mengangkut 3.000 penumpang tersebut sudah saatnya naik dock perbaikan.

“Kan sudah saatnya perbaikan. Untuk sementara, pelayaran dari Batam ke Medan dan Jakarta stop mulai hari ini,” kata Dahlan.

Namun ironisnya, selama KM Kelud perbaikan, tidak ada kapal pengganti yang menggantikan operasionalnya. Hal ini tentu saja, sangat merugikan penumpang, khususnya bagi mereka yang bergantung kepada alat transportasi laut.

“Pelni pusat tidak mengeluarkan kapal pengganti KM Kelud yang lagi docking. Kita hanya mengikuti intruksi dari pusat. Meskipun sebelumnya kita sudah meminta kapal pengganti namun tetap tidak ada kapal peganti untuk rute ini,” jelasnya.

Salah satu faktor penghentian pelayaran disebabkan karena jumlah penumpang yang minim dari Batam menuju Medan maupun Jakarta. “Sama seperti tahun kemarin, ketika KM Kelud perbaikan juga tidak ada kapal pengganti dari Pelni pusat,” tuturnya.

Terkait tidak adanya kapal yang berlayar, Dahlan mengaku sudah memberikan surat edaran kepada pihak terkait seperti instansi pemerintah, dan agen travel tiket Pelni KM Kelud. “Kalau untuk pemberitahuan sudah kita berikan,” ungkap Dahlan lagi.

Sementara itu ditempat berbeda, Purwaka, pengguna kapal Pelni mengaku kecewa dengan perbaikan kapal Kelud ini. Menurutnya, agar tranportasi tetap lancar, meskipun dalam perbaikan, pemerintah juga harus menyiapkan kapal peganti selama KM Kelud perbaikan.

“Kami yang setiap minggu memakai jasa KM Kelud akan sangat terasa kalau kapal berhenti beroperasi. Harusnya ada kapal peganti. Masyarakat lainnya saya rasa juga sama seperti yang saya rasakan saat ini,” ungkap Purwaka. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar