Orang Tua Wajib Setor Nomor Ponsel ke Sekolah

364
Pesona Indonesia
Wakil Walikota Batam, Rudi bersama rombongan menuju Masjid Dhiya'ul di Perumahan Buana Bukit Permata, Tembesi, Jumat (16/10). foto:ist
Wakil Walikota Batam, Rudi bersama rombongan menuju Masjid Dhiya’ul di Perumahan Buana Bukit Permata, Tembesi, Jumat (16/10). foto:ist

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menginstruksikan seluruh sekolah di Batam untuk menjalin komunikasi intensif dengan orang tua atau wali murid. Salah satunya, dengan bertukar nomor ponsel.

“Tujuannya, agar guru dan orang tua segara tahu kalau ada apa-apa dengan siswa, untuk meningkatkan keselamatan anak-anak kita ini,” kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi, Sabtu (17/10).

Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam segera mengedarkan surat pemberitahuan sekaligus formulir yang harus diisi sendiri oleh orang tua murid. Setelah lengkap, formulir itu harus dikembalikan lagi ke pihak sekolah sebagai data base untuk komunikasi dua belah pihak.

“Ingat, yang wajib diisi itu nomor ponsel,” ujar dia.

Menurut Rudi, dukungan dari orang tua atau wali murid sangat diperlukan. Mengingat, pengawasan anak harus dilakukan oleh semua pihak.

“Ini kewajiban bersama, makanya ayo saling membantu, demi keamanan anak-anak kita sendiri,”  kata Rudi.

Langkah yang diambil Pemko Batam tersebut, kata ia, merupakan respon atas pelbagai kejadian dan tindak kriminalitas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa korban di antaranya yaitu anak-anak.

Tak hanya itu, Pemko Batam juga masih menggalakkan larangan bagi pelajar membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Tujuannya sama, mengantisipasi kejahatan jalanan.

“Kepala Sekolah harus pandai menyikapi kebijakan ini (larangan membawa kendaraan ke sekolah), jangan sampai jadi polemik nantinya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pendidikan.

“Kepala sekolah sudah kita berikan arahan,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar