Batam Parah, Seminggu Air Tak Mengalir

773
Pesona Indonesia
air tak mengalir. Ilustrasi
air tak mengalir. Ilustrasi

batampos.co.id -Krisis air bersih di Batam belum juga berakhir, meski sudah beberapa kali Batam diguyur hujan lebat. Pengelola air bersih PT Adhya Tirta Batam (ATB) masih melakukan penggiliran pendistribusian air bersih, namun tak merata.

Warga di perumahan Tiban BTN, khususnya di Blok M, N, O, P, Q contohnya. Sudah sepekan ini kembali kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sejak Selasa (13/10/2015) lalu suplai air dari  ATB terhenti sama sekali. Akibatnya, aktivitas warga pun terganggu.

Menurut warga, jadwal penggiliran air bersih oleh PT ATB di Tiban tidak sesuai yang dijanjikan.
Sesuai jadwal yang dijanjikan sendiri oleh ATB, seharusnya pada Kamis dan Jumat air mengalir ke rumah warga, sebab jadwal penghentian pasokan adalah Rabu dan Sabtu.

“Sudah begadang menunggu air, tapi tak ada juga,” ujar Adran, warga Tiban BTN Blok O. Ia menyesalkan pelayanan ATB yang buruk tersebut.

Cris Triwinasis, Ketua RW Tiban BTN, juga mengeluhkan jadwal penggiliran air bersih dari ATB yang tidak tepat waktu itu. ”Jadwal hidup warga jadi berubah. Ini merepotkan,” ujar Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri itu.

”Kami ngerti kalau kondisinya lagi sulit dan harus ada penggiliran, tapi ya harus tepat jadwal dong. Jangan seenaknya begini. Kalau seperti ini kan repot. Pekerjaan rumah tangga berantakan,” kata Armida, ibu rumah tangga, yang seminggu terakhir harus menggunakan air galon untuk berbagai keperluan, termasuk mencuci pakaian, mandi, dan buang air.

”Pengeluaran jadi besar gara-gara ATB tak tepat jadwal,” tambahnya.

Seperti halnya Armida, semua warga memaklumi keputusan penggiliran air bersih karena musim kemarau yang panjang. Hanya saja, mereka meminta ATB tidak mengingkari jadwal yang mereka buat sendiri, agar warga tak dirugikan. ”Sesuai jadwal saja, jangan berubah-ubah lagi,” kata Sri, pemilik usaha air isi ulang.

Kondidi serupa juga dialami warga di Perumahan Kampung Bintang, Batuaji. Bahkan, Minggu (18/10/2015) sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB air belum juga mengalir ke rumah-rumah warga. Warga pun mengaku kesal, karena seharusnya hari libur bisa dimanfaatkan untuk mencuci pakaian.

Sukarmi misalnya, warga Perumahan Kampung Bintang ini, mengaku di tempat tinggalnya air sudah tak mengalir sejak pagi dan hingga siang pun belum juga hidup.

”Saat mau mencuci baju, buka air kran ternyata air tidak mengalir,” ujar Sukarmi, ibu rumah tangga kepada Batam Pos kemarin.

Menurut Sukarmi, akibat air ATB tak mengali ke rumahnya, membuat pekerjaan rumah tidak bisa dilakukan. ”Cucian pakaian makin menumpuk. Belum lagi nguci piring, masak. Kalau seharian mati (air) semakin menumpung semua pekerjaan ini,” ungkapnya.

Sukarmi mengaku tidak mempunyai persediaan air yang cukup untuk kebutuhan keseharinya. Ia hanya bisa menunggu entah sampai kapan air akan mengalir ke rumahnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Mitra Marina Mas, Sekupang. Warga mengaku setiap hari Minggu air tak mengalir ke tempatnya.

”Kalau sudah hari Minggu air mati sejak pukul 06.00 WIB. Air bari kembali mengalir pada pukul 21.00 WIB, terkadang hingga pukul 22.00 WIB,” ujar Antoni, Perumahan Mitra Marina Mas.

Coorporate Communication Manager PT ATB, Enriqo Moreno Ginting, membantah aliran air ke perumahan tersebut mati sejak Selasa lalu. Sebab, menurutnya, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal penggiliran.

”Di jadwal kita tidak ada sama sekali perubahan. Rationing seperti sebelumnya yang sudah jalan. Kok bisa tidak jalan,” ujarnya.

Meski demikian, Enriqo mengaku akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Jika memang ada penggiliran, maka water tank akan dikirimkan ke perumahan tersebut. ”Kita akan kirimkan water tank, kalau memang ada gangguan dari ATB-nya. Saya akan cek dulu ke lokasi ya,” janjinya. (alfian/yani)

Respon Anda?

komentar