Panwaslu Ancam Copot Alat Peraga Kampanye yang Dipasang Sembarang Tempat

402
Pesona Indonesia
Spanduk dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpasang yang dipingiran jalan Batamcenter, Kamis (15/10). Spanduk ini sudah di posisi yang benar karena dipasang pihak KPU Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Spanduk dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpasang yang di pingiran jalan Batamcenter, Kamis (15/10). Spanduk ini sudah di posisi yang benar karena dipasang pihak KPU Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 tahun 2015 tentang titik-titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) belum berjalan baik. Banyak tempat-tempat yang seharusnya dilarang pemasangan atribut tapi tetap saja dipasang.

Pantauan Batam Pos di sepanjang jalan Marina Sekupang, belasan spanduk, poster dan plafet calon wali kota dan gubernur terpasang tak beraturan. Mulai dari area pembatas jalan, taman, dan pepohonan.

Pun demikian di wilayah Batamcentre. Stiker para calon kepala daerah itu ditempel di tiang dan gardu listrik yang ada di simpang empat Jalan Engku Putri. Pemandangan sama juga terlihat di sejumlah ruas jalan. Kondisi seperti ini tentu saja menimbulkan kesan semrawut suatu kawasan.

Selain itu, sarana dan prasarana publik juga menjadi alternatif tim sukses paslon untuk memasang APK ini. Pemasangan APK yang tidak sesuai kesepakatan bersama ini tentu saja menodai pilkada serentak 2015 nanti. Paling jelas bisa merusak keindahan lingkungan.

“Isu sampah di Batam sampai sekarang belum clear, malah ditambah dengan stiker kampanye yang ditempel di tiang listrik, halte bahkan pohon, ini kan menambah kotor wajah kota,” keluh Djohan Effendi, warga Batamcentre, kemarin.

Menurutnya, kampanye seperti itu malah akan membuat warga tidak simpati. “Mending manfaatkan media sosial, pesannya akan lebih sampai,” ucapnya.

Menanggapi permasalah ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batam, Suryadi Prabu menegaskan akan menertibkan APK-APK yang terpasang liar tersebut. Menurutnya, saat ini, Panwaslu Batam telah melayang surat ke Panwascab guna mendata lokasi-lokasi APK liar itu.

“Kami sudah menerima laporan tersebut. Saya sudah perintahkan panwascab untuk mendata, dimana-dimana saja lokasi-lokasi yang melanggar. Kita data dulu, kalau seandainya tetap tidak ditertibkan, baru kita lakukan penertiban,” ungkap Suryadi.

Ia mengatakan, seperti penertiban alat peraga yang dilakukan sebelumnya, bahwa eksekusi berupa pencopotan akan dilakukan bersama pihak terkait seperti Panwaslu, KPU dan Satpol PP. Selain itu, APK yang bukan berasal dari KPU juga menjadi priorotas pencopotan nantinya.

“Apa saja yang melanggar akan kita tertibkan,” sebutnya.

Meskipun begitu, ia tetap berharap, baik kepada tim sukses maupun paslon sama-sama memahami PKPU dan menaati peraturan yang sudah ada.

“Jangan seenaknya saja membuat semrawutan. Mari sama-sama kita menjaga kota Batam dan menaati peraturan yang sudah ada,” pungkasnya.(rng/bpos)

Respon Anda?

komentar