Perda Penanggulangan Narkoba di Batam Mandul

724
Pesona Indonesia
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery menggiring pengedar sabu Mz ke lokasi penyimpanan sabu di hutan Pulau Panjang. Foto: Yofi Yuhendri
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery menggiring pengedar sabu Mz ke lokasi penyimpanan sabu di hutan Pulau Panjang. Foto: Yofi Yuhendri

batampos.co.id – Kota Batam sudah memiliki peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pencegahan, penanggulangan, dan pemberantasan penanggulangan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lain (NAPZA). Namun peredaran narkoba semakin tak terbendung. Bahkan menjadi kota pintu masuknya narkoba ke Indonesia.

”Letak Batam yang sangat dekat dengan negara tetangga dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk memasukkan narkoba,” kata Tumbur M. Sihaloho, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Minggu (18/10).

Dia memberi apresiasi pihak kepolisian yang sudah banyak melakukan penindakan. Tetapi, kata dia, tidak cukup hanya polisi.

Menurut Tumbur, seharusnya Pemerintah Kota (Pemko) sudah ikut ambil bagian dalam penindakan tempat hiburan harus diintensifkan. Tempat hiburan malam disinyalir surga peredaran narkoba.

”Kan ada Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Kita harus membantu pihak kepolisian untuk mengungkap (peredaran narkoba) ini,” kata Tumbur.

Pembinaan, sosialisasi, dan penyuluhan mengenai bahaya narkoba ini harus diintensifkan jajaran Pemko Batam. Ini juga diatur dalam Perda tersebut. Jadi, anak-anak sekolah sepatutnya semuanya sudah mengerti mengenai bahaya narkoba.

”Kalau sekarang ini, banyak anak sekolah tidak tahu sama sekali mengenai narkoba. Mungkin hanya dengar saja kalau narkoba itu tidak baik. Tetapi seharusnya lebih dari situ. Efeknya, bahayanya, sanksinya harus semua diberitahu,” jelasnya.

Marlon Brando, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam juga mengatakan anak-anak sekolah sekarang ini banyak yang tidak paham mengenai jenis narkoba. Bahkan tidak sedikit dari anak-anak yang terbelit kasus narkoba, karena memang tidak familiar dan tidak paham dengan jenis-jenis narkoba.

”Banyak anak yang berkasus narkoba karena mereka tidak tahu. Setelah terjerat hukum baru menyesal. Namun, masa depan sudah tidak ada lagi,” katanya.

Dia berharap Dinas Pendidikan bisa lebih aktif dan melakukan banyak sosialisasi. ”Coba dihitung berapa kali seminar atau sosialisasi dilakukan. Paling setahun sekali. Itu pun tidak untuk semua sekolah. Padahal ini sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri, menegaskan sebagai penegak Perda Satpol PP siap untuk bekerja dan mengawal dan penegakan Perda. Tetapi sifatnya hanya menunggu dari pihak atau SKPD terkait. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar