Pria 60 Tahun Tewas Usai Kencan dengan PSK di Pokok Jengkol

1457
Pesona Indonesia
Mh yangmeninggal usai kencan. Foto: istimewa
Mh yangmeninggal usai kencan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Mh, 60, meregang nyawa usai kencani seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial Am,35, di lokalisasi Pondok Jengkol. Warga Seialang, Kelurahan Seibinti, Batam tersebut meninggal Minggu (18/10) sekira pukul 23.40 WIB.

Saat dimintai keterangan di Mapolsek Sagulung Senin (19/10) dini hari, Am, menceritakan pria tersebut terjatuh di depan kosnya dalam kondisi kejang-kejang serta mulut mengeluarkan buih. Dia sempat mengira jika suara yang timbul karena rekannya terjatuh adalah suara motor yang jatuh.

“Dia mau pulang ketika pakai sandal tiba-tiba jatuh. Tak tahu kenapa dia (korban) jatuh, kirain motor,” katanya.

Diceritakannya, korban memang sejak sore sudah keliling lokalisasi tersebut untuk mencari PSK yang bisa diajak shortime, hingga akhirnya korban bertemu dengan dirinya. Tawar menawar terjadi diantara keduanya. Am memasang tarif Rp 180 ribu sementara korban hanya bisa bayar Rp 100 ribu. Awalnya Am tidak mau, namun karena pertimbangan penglaris dia akhirnya menyepakati harga yang ditawar.

“Awalnya saya tak mau ketika dia ajak (Shortime, red). Karena rezeki ya udah saya terima, daripada ditolak,” ujarnya.

Am mengaku perihal identitas korban tidak diketahuinya, selama 20 menit bersama korban terlihat baik-baik.

“Siap berhubungan ngobrol-ngobrol sebentar. Dia pamit setelah siap nyuci dari kamar mandi. Dek abang pulang ya katanya yang terakhir saya dengar,” ungkapnya.

Dia tidak mengetahui apakah korban memiliki penyakit, yang jelas saat berhubungan dia tak mencium ada bau alkohol dari korban. Ditanya apakah korban memakai obat kuat, Am mengaku tidak mengetahui pasti lantaran mereka berhubungan badan tidak berlangsung lama.

“Gak ada dia minum (obat kuat, red) ku lihat, kalau minum kan pasti lama. Dia itu gak bilang apa-apa juga, aku sih yang penting dapat duit,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman Panjaitan membenarkan tentang temuan mayat tersebut. Menurutnya kejadian tersebut murni karena sakit, hal tersebut diperkuat lantaran ditemukan obat asma serta obat malaria dalam saku korban.

“Pihak keluarga juga membenarkan bahwa dia sakit. Juga tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan tidak ada ditemukan (obat) yang lain tapi dimungkinkan obat itu (kuat, red) udah dipakainya duluan,” tutur Chrisman saat dikonfirmasi, Senin (19/10) sore. (cr13)

Respon Anda?

komentar