Ribuan Buruh Kembali Demo di Depan Kantor Wali Kota Batam

1542
Pesona Indonesia
Panglima Garda Metal FSPMI, Suprapto saat orasi bersama ribuan buruh se-Batam menggelar orasi di depan kantor Wali Kota Batam, menuntut KHL tetap masuk dal;am formula penghitungan upah, Selasa (20/10). Foto: iman Wachyudi/batampos.co.id
Panglima Garda Metal FSPMI, Suprapto saat orasi bersama ribuan buruh se-Batam menggelar orasi di depan kantor Wali Kota Batam, menuntut KHL tetap masuk dal;am formula penghitungan upah, Selasa (20/10). Foto: iman Wachyudi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ribuan buruh dari berbagai perusahaan di Batam sudah memadati ruas jalan di depan kantor Wali Kota Batam dan DPRD Batam. Mereka kembali demo memprotes formulasi baru perhitungan upah yang dinilai merugikan buruh. Sebelumnya, pada Jumat (16/10) lalu buruh juga menggelar aksi serupa di tempat yang sama.

Pantauan batampos.co.id, massa datang dari berbagai kawasan industri. Antara lain kawasan industri Kabil, kawasan industri Batamindo, kawasan industri Tanjunguncang, dan Batuampar. Tak ketinggalan buruh dari berbagai perusahaan di beberapa kawasan industri di Batam Centre.

Para buruh ini datang dengan mengendarai sepeda motor dan berjalan kaki. Mereka mengusung sejumlah spanduk berisi tuntutan para buruh yang meminta KHL tetap menjadi salah satu patokan dalam perhitungan upah.

Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) Kota Batam, Suprapto, mengatakan pihaknya tak bisa serta merta menerima usulan formula pengupahan tersebut. Pasalnya, ia menilai data inflasi maupun pertumbuhan ekonomi tak bisa jadi acuan utama penghitungan kenaikan upah.

“Pertumbuhan ekonomi kadang tidak sinkron dengan kebutuhan riil di lapangan, karena harga pokok di lapangan mengalami kenaikan,” kata dia.

Ia katakan, indikasi inflasi yang tinggi dan melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir sudah semestinya jadi acuan untuk menaikkan UMK, guna menggairahkan daya beli masyarakat.

“Kalau kebutuhan tinggi tapi UMK tak naik, tentu masyarakat akan keberatan,” kata dia.

Seperti diketahui, formulasi baru penghitungan upah buruh hanya mengacu pada dua hal, yakni inflasi dan pertumbuhan ekonomi ditambah upah minim tahun sebelumnya.  (nur)

Respon Anda?

komentar