Stok Beras Menipis di Batam, Jangan Takut, Ada Beras Bulog

406
Pesona Indonesia
Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa sidak gudang beras bulog di Gudang Bulog Batuampar, Minggu (21/6) lalu. Foto:Dalil Harahap/Batam Pos
Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa sidak gudang beras bulog di Gudang Bulog Batuampar, Minggu (21/6) lalu. Foto:Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam akan menggelontorkan beras miskin (raskin) untuk mengantisipasi stok beras di Kepri yang semakin menipis dan untuk mencegah inflasi.

“Jika biasanya kami menggelontorkan raskin sebanyak 12 kali dalam setahun, maka tahun ini menjadi 14,” kata Kepala Bulog Batam, Pengadilan Lubis, Senin (19/10) di kantor Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam.

Pengadilan menjelaskan karena menipisnya stok beras dan belum dibukanya kran impor beras, maka harga beras di pasaran naik dan menyebabkan peningkatan inflasi.

“Dalam satu bulan, kami gelontorkan 541.545 kg raskin untuk kebutuhan satu bulan sejak Oktober, dan stok saat ini cukup sampai dengan akhir tahun, “ungkapnya.

Selanjutnya, Pengadilan mengungkapkan bahwa Bulog Batam hanya menggelar pelayanan public service operation (PSO).

Dengan kata lain, Bulog Batam tidak melaksanakan praktek komersil dalam pendistribusian beras di Batam.

“Kalau kami komersilkan sehingga mengambil beras dari Jawa, maka harganya akan tinggi, takutnya tidak laku dan busuk,” jelasnya.

Sedangkan lewat pelayanan PSO, Bulog Batam hanya mendistribusikan beras raskin, permintaan khusus, dan menyimpan cadangan beras pemerintah (CBP).

“Kalau permintaan khusus artinya jika ada sebuah kabupaten yang meminta tambahan beras ke pusat, maka kami akan akomodir,” jelasnya.

Sedangkan mengenai isu kenaikan harga beras, Bulog akan segera melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga.

“Namun operasi pasar itu harus pemerintah daerah yang minta, dan sebelumnya harus dikaji dulu berapa kenaikannya,” tutur Pengadilan.

Bulog juga akan memperketat pengawasan kepada sekitar 15 distributor beras di Batam, karena sudah menjadi rahasia umum sejak ditutupnya kran impor beras di Batam, beras-beras selundupan tetap banyak beredar di Batam seperti biasanya.

Penggelontoran raskin menjadi salah satu upaya disamping meminta Pemko untuk segera mengadakan bazar sembako murah.

“Kami berharap penggelontoran raskin ini berjalan lancar, kalau tidak akan sulit nantinya,” tutur Pengadilan.

Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Pengawas Barang Beredar dan Jasa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Adyanto menuturkan Disperindag saat ini terus giat melakukan pengawasan kepada distributor terkait dengan maraknya beras selundupan di Batam.

Ada tujuh gudang beras yang merupakan milik distributor besar telah disurvey. Dan Disperindag tidak menemukan adanya penimbunan beras selundupan disana.

“Memang kita lakukan pengawasan, karena sebelum kran impor ditutup, kita banyak konsumsi beras dari beras luar,” ungkapnya.

Adyanto juga menjelaskan bahwa sebenarnya keadaan stok beras di Kepri yang semakin menipis membutuhkan tambahan kuota melalui impor.

“Kewenangan impor beras sebenarnya lewat Kementerian Pertanian (Kementan),” katanya.

Namun, sambung Adyanto lagi, Kementan sebenarnya masih menunggu hasil panen raya di daerah penghasil beras seperti Jawa dan Sumatera.

“Jika panen raya berhasil, maka impor takkan terjadi, namun jika sebaliknya, maka kran impor beras akan dibuka,” jelasnya. (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar