447 Kapal Ikan Asing Menanti Ditenggelamkan

466
Pesona Indonesia
Tiga kapal tangkapan PSDKP yang di ledakan dan du tenggelamkan di perairan pulau Momoi Batam, Selasa (20/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Tiga kapal tangkapan PSDKP yang di ledakan dan du tenggelamkan di perairan pulau Momoi Batam, Selasa (20/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah menenggelamkan 12 kapal dalam dua hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, mengaku dalam waktu dekat akan menenggelamkan 35 kapal lagi.

“Tunggu saja waktunya,” ujar Susi, Selasa (20/10).

Susi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 103 kapal Ikan Asing (KIA) yang sudah ditenggelamkam, yang awalnya berjumlah 550 kapal yang terdata. Sementara 447 KIA sedang dalam proses investigasi dan masih mengikuti proses hukum .

“Ada yang masih diproses oleh Kejaksan, di ke Polisian, dan ada di KKP,”  ujar Susi.

Jika terbukti bersalah, maka 447 kapal asing itu akan masuk daftar kapal yang akan ditenggelamkan.

Susi mengaku dalam beberapa waktu dekat akan ada lagi kapal yang ditenggelamkan. Ini akan segera diumumkan melalui preskompres saat presiden sudah teken Peraturan Presiden (pepres) tentang Satuan Tugas (Satgas).

“Sudah 35 sudah ada putusan tetap. Tapi saya belum bisa umumkan kapan eksekusinya,” ungkap Susi.

Susi juga menuturkan ke depan untuk penyelesain pengadialan KIA ini bisa cepat lagi karena penahanan ABK yang lama bisa menyebabkan biaya membengkak. “Sudah kita dicuri, masih juga kita yang keluar biaya,” terangnya.

Untuk mempermudah dalam penanganan terhadap penindak hukum dan eksekusi sesuai undang-undang, Susi mengatakan akan membentuk satgas yaitu Poskodal. Akan dibuat kantor agar bisa bersatu. Kerja sama dengan unsur TNI, Kejaksaan, polisi dan penegak hukum lainya.

“Semunya itu di bawah koordinasi Poskodal, semua bekerja bersama. Kalau dulu hanya internal KKP saja, hanya memberikan rekomendasi. Kalu ini penindakan hukum dan besiknya satgas untuk eksekusi undang-undang 45 tahun 2009,” terang Susi. (cr14/bpos) 

Respon Anda?

komentar