Anggaran Dinas Tata Kota Batam 2016 Berkurang Rp 30 Miliar

632
Pesona Indonesia
Asril, Kepala Dinas Tata Kota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
Asril, Kepala Dinas Tata Kota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Anggaran dinas Tata Kota di 2016 mendatang nilanya hanya sekitar Rp 146 Miliar. Turun sekitar Rp 30 Miliar dari anggaran murni tahun ini. Pengerjaan infrastruktur di pemukiman tetap menjadi fokus Distako. Termasuk melanjutkan beberapa proyek yang ditunda pengerjaannya dalam APBD Perubahan 2015.

“Plafon kita di tahun 2016 sekitar Rp 146 Miliar. Jauh berkurang dari anggaran tahun lalu. Drainase dan jalan yang menjadi pekerjaan rutin kita akan tetap kita prioritaskan,” kata Asril, kepala dinas Tata Kota, di gedung Pemko Batam, Selasa (20/10).

Asril mengatakan pembangunan drainase dan antisipasi banjir akan dilakukan berdasarkan Musrenbang. Di mana usulan yang belum direalisasikan dalam beberapa tahun akan menjadi prioritas.

“Kita akan lihat. Kalau memang sudah mendesak. Maka itu yang akan kita prioritaskan. Kalau jalan-jalan besar atau sekitar jalan protokol, itu kerjaan dinas PU,” katanya.

Proyek yang ditunda pengerjaannya di APBD Perubahan seperti pembangunan Islamic Center dan beberapa proyek lainnya, kembali dimasukkan dalam APBD 2016. Ada sejumlah proyek yang ditunda, dengan alasan defisit anggaran.

“Di APBD Perubahan tahun ini kan kita defisit. Jadi 2016 baru kita masukkan anggarannya. Tetapi proyek yang ditunda itu tidak sampai 10 proyek. Salah satu adalah Islamic Center di sebelah Masjid Raya,” katanya.

Jurado Siburian, anggota komisi III DPRD Kota Batam mengatakan Distako punya peran besar untuk pembangunan infrastruktur di perumahan. Dalam pembangunan, ia berharap Distako tetap berpedoman pada Musrenbang.

“Jangan nanti ujuk-ujuk yang dikerjakan adalah punya pihak atau oknum tertentu. Memang pengerjaan itu harus benar-benar mendesak dan memang atas permintaan warga,” katanya.

Menurut Jurado, beberapa akses jalan ke pemukiman saat ini sudah butuh perhatian dari pemerintah. Misalnya jalan menuju pemukiman MKGR, Putri Tujuh dan sebagainya. Ia berharap dengan anggaran 2016 yang mungkin berkurang dari tahun ini, pengerjaan tetap dilakukan maksimal.

“Kita berharap beberapa proyek yang sempat ditunda dan dilanjutkan pembangunannya dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Pemilihan rekanan dalam pengerjaan juga harus selektif,” katanya.

Ini berkaca pada pembangunan stadion mini di Batubesar Nongsa, di mana perusahaan rekanan bermasalah. Dan hingga sekarang pembangunannya belum selesai.

“Kita berharap semua sesuai prosedur. Makanya perusahaan harus benar-benar yang punya kapabilitas. Jangan perusahaan yang asal-asalan,” katanya. (Ian)

Respon Anda?

komentar