Beras di Batam Melambung, Walikota Bilang Aman

389
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Foto: yusuf hidayat/batampos
Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Disaat harga beras melambung tinggi di pasaran, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan menyatakan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Batam masih cukup aman. Bahkan, Dahlan mengklaim harga beras tak mengalami lonjakan signifikan.

“Krisis (beras) mungkin tidak, dan harga juga terkendali kok,” kata Wali Kota. Selasa (20/10).

Ia katakan, penentuan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya tidak sepenuhnya diserahkan ke mekanisme pasar. Pemerintah, kata Wali Kota, juga tetap memantau dan turut berperan mengendalikan harga.

“Kita ikut intervensi pasar, seperti pasar murah, operasi pasar dan sebagainya,” sebut Dahlan.

Menurut Dahlan, Batam tidak pernah mengalami kekurangan stok beras selama berpuluh tahun. Meskipun, ia tak memungkiri ketersediaan suplai beras dan harganya yang stabil berkat ditopang masuknya beras impor yang statusnya belum legal secara hukum.

“Maka itu saya tegaskan, saya setuju dengan impor beras ke Batam,” kata dia.

Alasannya, kata dia, selain tak ada petani padi yang terganggu dengan masuknya beras tersebut, dibukanya keran impor beras juga dapat memastikan ketersediaan stok sekaligus menekan harga kebutuhan pokok itu di pasaran.

“Yang penting kan diberi kuota yang jelas dan pengawasan ketat sehingga beras impor tidak merembes ke daerah lain,” ujarnya.

Terkait kebijakan importasi beras tersebut, Wali Kota menegaskan pihaknya juga ikut mendorong Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana untuk meminta pemerintah pusat segera membuka aturan khusus itu untuk Batam.

“Saya pernah ketemu Gubernur dan saya sampaikan soal ini,” kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memastikan ketersediaan stok beras di lapangan.

“Tim sedang turun mengecek ke gudang dan distributor, besok (hari ini) kita lihat hasilnya,” ujar Rudi.

Disinggung terkait adanya beras oplosan di pasaran, Rudi mengatakan pihaknya juga tengah mencari tahu hal tersebut.

“Kita akan ambil sampel,” katanya. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar