Gila…, Beras di Batam Naik Rp 3.000 per Kilogram

591
Pesona Indonesia
Karyawan toko Sembako di Pasar Sei Harapan sedang menimbang beras.  Foto:  Johannes/ Batam Pos
Karyawan toko Sembako di Pasar Sei Harapan sedang menimbang beras. Foto: Johannes/ Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya beras di Batam membuat harga kebutuhan pokok itu melambung tinggi. Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar tradisional, harga beras meroket tajam dari kisaran Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per kilogram (Kg).

Sejumlah pedagang menduga, kenaikan harga beras ini dikarenakan ulah para distributor yang sengaja menimbun beras lokal agar pemerintah membuka kran impor. Sebab, menurut mereka, dalam beberapa hari terakhir ini sulit ditemui beras impor.

“Mungkin ada monopoli. Dengan begitu, mereka bisa mengendalikan harga beras di pasaran,” ujar seorang pedagang, Selasa (20/10).

Sementara sejumlah warga mengaku kaget dengan kenaikan harga beras yang cukup drastis. Siti, warga Bengkong, mengaku biasanya membeli beras kemasan 10 Kg seharga Rp 105 ribu. Namun kemarin, beras dengan berat dan merek yang sama, sudah naik harga.

“Sekarang Rp 130 ribu untuk 10 kilo. Aneh saja harga tiba-tiba naik setinggi itu, padahal gaji di PT belum naik,” ujar wanita yang bekerja sebagai karyawan pabrik ini.

Siti mengaku sempat menanyakan hal ini kepada pedagang langganannya. Namun pedangan mengatakan hanya menyesuaikan harga beli dari distributor.

“Katanya dari pemasok naik, makanya mereka juga naikkan harga,” ungkap Siti lagi.

Di Pasar Fanindo, Batuaji, harga beras juga naik Rp 1.000 hingga Rp 2 ribu per Kg

Andi, salah seorang pedagang beras di Pasar Fanindo, Batuaji, mengatakan kenaikan harga terjadi dalam sepekan terakhir. “Sudah seminggu inilah naiknya yang parah, sebelumnya naik tapi tak separah ini,” katanya, Selasa (20/10) siang.

Andi mengaku tidak tahu alasan kenaikan harga beras tersebut. Yang dia tahu, harga beli dari distributor memang sudah naik. Sehingga dia juga harus membuat penyesuaian harga.

“Kalau gak ikut naikin kan rugi kita,” ucapnya.

Pedagang lain yang enggan disebutkan namanya juga mengaku ada kenaikan harga beras. Dia mencontohkan jenis beras Arum Manis yang semula Rp 14 ribu per Kg kini naik menjadi Rp 16 ribu per Kg.

“Kenaikan bertahap gitu, yang beras super juga harga awalnya Rp 10 ribu sekarang udah Rp 12 ribu,” kata pria asal Medan tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar SP Plaza Sagulung. Arman, penjaga toko sembako Acui, mengatakan kenaikan harga beras berdampak pada pembelian masyarakat yang juga berminat pada beras yang berkualitas sedang atau buruk.

“Ada juga yang bertahan, tergantung kemauan,” tuturnya.

Meroketnya harga beras ini juga sangat dikeluhkan para pemilik warung makan. Dewi misalnya. Wanita yang sehari-hari berjualan ayam penyet di Perumahan Puri Agung II, Seibeduk, ini mengaku terpaksa harus mengurangi porsi nasinya.

“Sebab kalau mau naikin harga bisa gak ada yang beli,” katanya, kemarin.

Untuk itu dia berharap ada langkah kongkrit dari pemangku kebijakan untuk menangani hal yang berpotensi membuat rugi usahanya tersebut. “Cepatlah pemerintah, lihat apa yang terjadi. Naik sampai Rp 2 ribu, tinggi kali,” kata Dewi. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar