Harga Beras di Batam Melambung, Kajati: Ini Ulah Mafia

443
Pesona Indonesia
Sudung Situmorang. Foto: cecep mulyana/batampos
Sudung Situmorang, Kajati Kepri. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Kelangkaan beras di Batam diduga terjadi akibat ulah para mafia yang sengaja menunda pasokan dan distribusi sehingga harga beras di Batam melambung.

Hal ini membuat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Sudung Situmorang, ikut gerah. Dia berjanji akan menelusuri dugaan itu dan menyeret pemain beras itu ke pengadilan.

“Kami menduga kelangkaan yang berimbas pada melonjaknya harga beras beberapa pekan terakhir ini karena ulah monopoli mafia supaya bisa meraup untung besar,” ujar Sudung saat berkunjung ke Batam Pos, Senin (19/10) lalu.

Sudung mengingatkan para pemain besar yang selama ini menguasai bisnis beras di Batam jangan coba-coba menimbun bahan kebutuhan pokok masyarakat itu.

Ia juga meminta masyarakat tidak segan-segan memberikan informasi tentang dugaan permainan beras tersebut.

Tak hanya Korps Adhyaksa, kelangkaan beras ini juga menarik perhatian jajaran Ditreskrimsus Polda Kepri. Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Helmi Kwarta Rauf, menyebut ulah para mafia ini sangat merugikan masyarakat.

Selain itu, Helmi juga menyoroti dugaan aksi pengoplosan beras di Batam. Jika terbukti dan ditemukan, pihaknya akan menindak tegas dengan menerapkan pasal berlapis.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya berharap kerjasama dari masyarakat untuk memberikan informasi terkait aktivitas pengoplosan beras. “Bakal langsung kami tindak,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku dapat dijerat dengan sanksi dari beberapa aturan dan undang-undang. Seperti UU Pangan, UU Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen.

Ditanya soal dugaan masuknya beras impor ilegal, Helmi menegaskan hal ini menjadi wewenang Bea dan Cukai. “Bukan kami (polisi, red),” tuturnya. (she/ska)

Respon Anda?

komentar