Kabut Asap Menipis Tapi Hujan Menjauh dari Kepri

318
Pesona Indonesia
Philip Mustamu, Kepala BMKG Bandara Hang Nadim, Batam. Foto: dok. BMKG
Philip Mustamu, Kepala BMKG Bandara Hang Nadim, Batam. Foto: dok. BMKG

batampos.co.id – Badan meterologi klimatologi dan geofisika Hang Nadim Batam, memperkirakan hujan tak akan jatuh di daerah Kepri. Sebab badai tropis yang sedang terjadi di Philipina, menyerap kelembaban dan masa udara ke sana.

“Sehingga kemungkinan hujan jatuh di Kepri, makin tipis,” kata Kepala BMKG  Hang Nadim Batam, Philip Mustamu melalui forechaster Sri Sulisyanti, kemarin.

Ia mengatakan ada dua kejadian alam yang sedang terjadi dekat philipina. “Satunya adalah tropical strom yang dinamakan Koppu. Dan satu lagi adalah typoon yang bernama champi, dengan kecepatan 100 hingga 125 knot,” ucapnya.

Menurutnya keadaan ini belum tau sampai kapan berlangsung. Namun yang jelas, selama badai ini masih ada. Baik Koppu maupun Champi, akan menyerap masa udara. Sehingga kemungkinan hujan turun dibeberapa daerah dekatnya, semakin kecil.

“Kecil kemungkinannya, namun kita hanyalah memperkirakan berdasarkan ilmu. Yang maha kuasalah, yang menentukan semua ini,” ujarnya.

Jarak pandang dan kabut asap? Ia menjelaskan saat ini kabut asap semakin sedikit dan tipis. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya titik api. Dan dijelaskannya juga, bahwa kabut asap menjadi sedikit lebih tebal pada pagi dan malam hari. Akibat suhu yang dingin.

“Udara itu makin siang makin renggang, hingga akhirnya buyar. Namun pada pagi dan malam hari,  menjadi merapat,” imbuhnya.

“Jarak pandang normal, 9000 meter. Sedang kualitas udara baik, dengan partikularnya dikisaran angka 44.798,” pungkasnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar