189 Pencari Suaka Ditempatkan di Hotel Kolekta, 171 Orang Sejak Maret

1142
Pesona Indonesia
Para imigran pencari suaka untuk sementara ditampung di Hotel Kolekta Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka untuk sementara ditampung di Hotel Kolekta Baloi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Delapan belas pencari suaka asal Sudan, Somalia, Irak, Suriah, dan Afganistan dipindahkan dari Taman Aspirasi, Selasa (20/10). Mereka kini ditempatkan di Hotel Kolekta, bersama dengan pencari suaka lain yang masuk ke Batam.

“Saya sampaikan ke IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) tentang kondisi mereka dan meminta untuk ditanggapi secepatnya. Baru pagi ini IOM menyetujui untuk menempatkan mereka di Hotel Kolekta,” kata Rafli, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kabid Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Batam.

Hotel Kolekta, kata Rafli, telah menjadi tempat penampungan sementara bagi para pencari suaka yang datang ke Batam. Total ada 171 pencari suaka yang sudah bermukim di sana sejak Maret lalu. Jumlahnya kini menjadi 189 pencari suaka.

Segala pengeluaran untuk kebutuhan makan dan penginapan ditanggung sepenuhnya oleh IOM. Rafli mengatakan, para pencari suaka itu akan berada di sana sampai muncul keputusan Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) tentang status mereka.

Jika mereka diputuskan sebagai pengungsi, mereka akan dipindahkan ke Rumah Detensi Migrasi (Rudenim). Meskipun, sampai saat ini, hampir semua Rudenim di seluruh penjuru Indonesia sudah penuh. Jika status mereka diputuskan bukan pengungsi, mereka akan ditempatkan di Community House.

“Bisa di Medan atau Makassar,” ujarnya lagi.

Namun demikian, Rafli menilai, kondisi ini akan terulang kembali di kemudian hari. Akan bermunculan pencari suaka-pencari suaka lain yang datang ke Batam. Sebab, Batam sudah terkenal dengan penanganannya yang cepat.

“Masalah pengungsi ini sudah menjadi pembicaraan di pemerintah pusat. Memang harus segera dicari solusinya,” ujarnya.

Sebelumnya, delapan belas pencari suaka asal Sudan, Somalia, Irak, Suriah, dan Afganistan menginap di Taman Aspirasi sejak Selasa (29/9) lalu. Mereka hidup tanpa makan dan obat-obatan yang memadai. Mereka mengandalkan kantor-kantor instansi di sekitar taman itu untuk meminta bantuan makanan.

Kondisi ini memantik kepedulian masyarakat Batam. Satu kelompok mahasiswa memberikan bantuan penginapan satu malam di Pusat Informasi Haji (PIH), Senin (19/10) malam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri juga berniat menampung kedelapan-belas tersebut di Mess Hang Tuah sejak Selasa (20/10).

“Tapi kalau sudah ditempatkan di Hotel Kolekta ya Alhamdulillah,” kata Imbalo Iman Sakti, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Kepri. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar