Akibat Kabut Asap Sepuluh Penerbangan Dibatalkan

1076
Pesona Indonesia
Kabut asap yang masih menyelimuti Batam hingga kini masih mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Beberapa penerbangan masih ada yang dibatalkan. Tampak pesawat Lion Air di Bandara Hang Nadim.  Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Kabut asap yang masih menyelimuti Batam hingga kini masih mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Beberapa penerbangan masih ada yang dibatalkan. Tampak pesawat Lion Air di Bandara Hang Nadim.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Sepuluh penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim kembali mengalami pembatalan, Rabu (21/10). Penyebabnya, jarak pandang di bandara tujuan terbatas.

“Jarak pandang (di Batam) saat ini 7.000 meter. Tapi untuk Jambi sekitar 500 meter – 800 meter. Dan di Kalimantan rata-rata di bawah 1 kilometer,” kata Philip Mustamu, Kepala Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam.

Penerbangan-penerbangan yang dibatalkan itu meliputi lima penerbangan yang dilayani maskapai Lion Air, tiga penerbangan dengan Citilink, dan dua penerbangan dengan NAM Air.

Kelima penerbangan yang dilayani Lion Air, memiliki rute Batam – Pekanbaru, Batam – Padang, Batam – Medan, dan Batam – Jambi. Sementara penerbangan yang dilayani Citilink meliputi tujuan Batam – Medan, Batam – Pekanbaru, dan Batam – Padang. Dan untuk maskapai NAM Air, penerbangan yang dibatalkan meliputi penerbangan rute Batam – Jambi dan Batam – Medan.

“Penerbangan dengan NAM Air itu pulang-pergi,” kata Suwarso, Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Kondisi ini telah disampaikan kepada seluruh calon penumpang. Para calon penumpang boleh meminta uang kembali atau mengubah jadwal keberangkatan.

“Uang yang dikembalikan sesuai dengan harga. Full,” ujarnya.

Kabut asap memang terpantau kembali pekat di daerah-daerah tujuan tersebut, sejak Selasa (20/10) lalu. Di hari itu, dua pesawat maskapai penerbangan Garuda Airlines rute Jakarta – Pekanbaru mau tak mau harus mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, lantaran Bandara Sultan Syarif Kasim II tertutup kabut asap.

Keduanya, yakni, pesawat GA174 dan GA176. Pesawat GA174 mendarat pada pukul 16.30 WIB. Sementara pesawat GA176 mendarat pada pukul 16.55 WIB.

Tak hanya itu. Pada hari itu juga, pesawat Lion Air tujuan Pekanbaru mau tak mau harus kembali ke Batam lantaran tak bisa mendarat. Pesawat bernomor badan JT235 yang berangkat dari Batam pada pukul 14.00 WIB itu kembali tiba di Batam pada pukul 15.10 WIB.

“Apakah besok (hari ini, red) masih akan seperti ini, kami masih belum tahu. Kami akan lihat lagi,” tuturnya.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam Philip Mustamu membenarkan, Batam kembali terpapar kabut asap. Namun, jarak pandang masih aman. Jarak pandang yang mengkhawatirkan justru terjadi di Ranai, Natuna. Tercatat, jarak pandang hingga pukul 18.00 WIB di wilayah tersebut berada di kisaran 3.000 meter.

Ini terjadi sebab titik panas yang paling padat terdapat di wilayah Kalimantan. Terpantau ada 140 hingga 200 titik panas yang berjejal di wilayah Kalimantan. Sementara di wilayah Sumatera hanya ada 30 titik panas.

“Kabut asap di Ranai dari Kalimantan karena arah angin yang bertiup itu dari tenggara dan barat daya. Dengan kecepatan sepuluh hingga dua puluh kilometer per jam,” katanya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar