Bisa Jual 45,7 Gram Sabu, Dapat Upah Rp 1 Juta

452
Pesona Indonesia
Terdakwa Armiman dan Agus Salim. Foto: angie/batampos
Terdakwa Armiman dan Agus Salim. Foto: angie/batampos

batampos.co.id – Terdakwa Armiman alias Man bin Arahman dan Agus Salim bin Ramli Meik mengaku tergiur menjual sabu karena tergiur iming-iming upah Rp 1 juta setiap bisa menjual sabu 45,7 gram.

Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (21/10) dengan agenda mendengar keterangan saksi yang dihadirkan JPU Bani I Ginting dari anggota kepolisian SatResnarkoba Polresta Barelang.

Saksi mengaku bahwa penangkapan dilakukan lantaran mendapatkan laporan dari warga sekitar Kampung Aceh, simpang DAM.

“Penangkapan dilakukan di tepi jalan di bukit Tanjung Uma, Lubukbaja, Batam pada hari Kamis (4/6) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu kami melakukan penyamaran berpakaian preman dan menghampiri kedua terdakwa yang sedang menunggu pembeli sabu yang mereka bawa,” terang salah seorang saksi.

Diketahui, kedua terdakwa mendapatkan sabu seberat 45,7 gram itu dari Arul (DPO) yang diberikan di simpang DAM Muka Kuning dan akan dijual seharga Rp 32 juta kepada Wan Jungkat (DPO).

Selaku kurir, kedua terdakwa dijanjikan dengan upah Rp 1 juta yang masing-masingnya hanya mendapat Rp 500 ribu jika transaksi berhasil dilakukan. Namun, bukan sang pembeli yang datang, melainkan tim kepolisian yang menghampiri kedua terdakwa dan langsung melakukan penangkapan.

“Dari terdakwa, kami mendapatkan barang bukti berupa dua paket sabu dan hape yang digunakan terdakwa untuk berkomunikasi,” lanjut saksi.

Sesuai dakwaan penuntut umum, kedua terdakwa dinyatakan melanggar pasal 114 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) atau kedua pasal 112 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Kedua terdakwa terancam hukuman 20 tahun maksimal penjara seumur hidup,” ujar JPU Bani saat ditemui usai persidangan.

Terhadap perkara yang dilakukan terdakwa Armiman alias Man bin Arahman dan Agus Salim bin Ramli Meik itu, Majelis Hakim akan melanjutkan sidang pada pekan depan, Rabu (28/10) dengan agenda tuntutan. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar