Ketua DPC Hanura Batam Digoyang

918
Pesona Indonesia
Sekertaris DPC Partai Hanura Ahmad Surya, didampingi pengurus memberikan keterangan di Batamcenter, Rabu (21/10). Foto: Cecep Mulyana/batam Pos
Sekertaris DPC Partai Hanura Ahmad Surya, didampingi pengurus memberikan keterangan di Batamcenter, Rabu (21/10). Foto: Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Mayoritas pengurus inti DPC Hanura Kota Batam meminta Iwan Krisnawan, selaku ketua DPC Hanura mundur dan keluar dari kepengurusan partai Hanura. Iwan dituding sebagai kader yang tidak berniat membesarkan partai dan menyalahgunakan wewenang sebagai ketua DPC.

Ahmad Surya, Sekretaris DPC Hanura Kota Batam mengatakan dalam kepemimpinan Iwan, tidak ada keharmonisan di antara pengurus. Bahkan ia menyesalkan sikap Iwan yang pernah mencoba memanipulasi suara saat Pileg lalu.

“Jadi kasus ini dikatakan kasus p-28. Ini digugat sampai MK, dan Iwan bersaksi dari partai lain hanya untuk kepentingan pribadinya. Di mana saat itu, Ia hendak mengorbankan suara partai Hanura. Kalau ini lolos kemarin, maka kursi Hanura di DPRD Batam bukan empat tetapi hanya dua. Dia salah satunya. Untunglah ditolak MK,” katanya saat konfrensi pers di fraksi Hanura DPRD Kota Batam, Rabu (21/10).

Ia juga menyayangkan sikap Iwan yang meniadakan kepesertaan sekretaris dan bendahara dalam Musda Hanura beberapa waktu lalu. Termasuk tidak mengadakan pleno sebelum Musda digelar. Padahal Pleno itu merupakan ketentuan di Partai Hanura.

“Kenapa tidak ada pleno. Padahal itu kan syarat yang harus dilakukan sebelum Musda,” katanya.

Yusnalia Pulungan, ketua Srikandi Hanura juga menyayangkan pelaksanaan Musda yang digelar di Jakarta 11 Oktober lalu. Di mana saat itu Srikandi Hanura tidak diberikan hak suaranya. Padahal waktu musda di Batam, sudah diverifikasi dan memiliki hak suara.

“Kenapa di Jakarta saya tidak diperbolehkan masuk. Sedangkan di Batam saya memiliki hak suara. Ini ada apa,” katanya.

Uba Ingan Sigalingging, wakil ketua DPC Hanura juga mempertanyakan upaya mengkerdilkan partai yang dilakukan oleh Iwan yang baru terungkap. Di mana mereka memiliki bukti, Iwan bersaksi dari partai lain hanya untuk terpilih menjadi dewan.

“Padahal suaranya kan 300 dengan secepat mungkin langsung 2000-an, suara kader lain yang dikorbankan. Kita punya bukti-buktinya. Dan ini sudah dilaporkan ke pusat,” katanya.

Selain mereka, beberapa pengurus DPC Hanura lainnya yang meminta agar Iwan keluar atau mundur dari partai Hanura adalah Endratimirya selaku bendahara, Andre Gunatama selaku wakil ketua, Indra Anand selaku wakil sekretaris dan beberapa pengurus PAC lainnya. Hadir dalam konfresi pers itu ketua PAC Bengkong, Galang, Nongsa dan beberapa pengurus lainnya.

“Kalau PAC mungkin akan menyatakan sikap sendiri, tetapi mayoritas pengurus DPC tidak sejalan dengan Iwan Ini demi Partai,” katanya.

Sementara itu, Iwan Krisnawan menolak dikatakan berupaya mengkerdilkan partai. Ia juga membantah pernah bersaksi dari partai lain.

“Mana buktinya. Justru yang sekarang ini di dewan kan tetap empat kursi,” katanya.

Agenda untuk menggulingkannya, menurut Iwan adalah bagian dari politik dan rentetan dari hasil Musda kemarin. Di mana menurutnya, ada beberapa pengurus yang tidak senang dengannya.

“Ini adalah bagian dari dinamika politik. Biasalah ini bentuk ketidaksenangan dari beberapa pihak. Kalau terkait Pleno tak usah diungkit lagilah. Musdakan sudah selesai,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar