Pengusaha Minta Upah Pekerja UMKM Di bawah Upah Sektoral

696
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kalangan pengusaha mengajukan hal baru dalam rapat pembahasan upah minimum kota (UMK) Batam, Selasa (20/10) lalu. Mereka ingin, para pekerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dikelompokkan menjadi satu. Mereka dibayar dengan upah di bawah upah sektoral ketiga.

“Para pekerja tidak mau. Perdebatan terjadi. Sementara di depan (kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) kawan-kawan serikat datang,” kata Lagat Siadari, Wakil Ketua Umum Dewan Pengupahan Kota Batam mewakili akademisi.

Inilah yang membuat Lagat, yang kali itu memimpin rapat, memutusksan untuk menunda rapat pembahasan. Rapat itu akan dilanjutkan hari ini, Kamis (22/10).

Lagat mengatakan, permintaan pengusaha mustahil dikabulkan. Sebab, permintaan itu menyalahi Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan, perusahaan dilarang membayar upah di bawah upah minimum kota.

Jika ada UMKM yang belum bisa membayar sesuai UMK, perusahaan tersebut dapat mengajukan penundaan pembayaran sesuai UMK kepada Gubernur Kepulauan Riau. Memang pada kenyataannya, masih ada usaha-usaha UMKM yang belum sanggup membayar pekerjanya dengan upah sesuai UMK.

“Kalau permintaan itu dikabulkan, ini seperti membangunkan singa yang tidur. Persoalan ini hanya akan memberikan reaksi yang negatif,” kata Lagat.

Jika dikabulkan, pembayaran upah UMKM harus diawasi betul. Sementara UMKM hingga kini masih berada di sektor informal. Disnakertrans tidak dapat masuk ke ranah tersebut.

“Agak susah nanti dilakukan pengawasannya. Kebijakan itu juga tidak berkekuatan hukum,” katanya.

Payung hukum yang ada merupakan UU nomor 13 tahun 2003. Jika pengusaha merasa keberatan dengan hal tersebut, pengusaha dapat mengajukan keberatan tersebut kepada asosiasi mereka di pusat. Kemudian asosiasi tersebut dapat melanjutkan ke Menteri Tenaga Kerja.

“Peraturan itu sudah peraturan tertinggi. Tidak bisa diubah di daerah,” ujarnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar