Balita Asal Panti Asuhan Rizki Terserang Diare dan Gizi Buruk

850
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Empat balita asal Panti Asuhan Rizki Khairunnisa kini tinggal di Panti Anak Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) dalam area Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Sebelas anak-anak lainnya dititipkan di LKSA Batam.

Dinas Sosial dan Pemakaman Batam menitipkan keempatnya setelah munculnya dugaan kasus penganiayaan dan kekerasan fisik di Panti Asuhan asal balita dan anak-anak tersebut.

“Anak-anak ini diantar Rabu (21/10) pukul 17.30 WIB,” kata Ana, penjaga Panti Anak YPAB.

Keempatnya adalah Khaerul, Syahrul, Zahra, dan Ilham. Khaerul dan Syahrul tergolong masih bayi. Usia keduanya berkisar antara 2 – 5 bulan. Sementara Zahra dan Ilham sudah lebih besar. Sekitar 1 – 2 tahun.

“Gigi Zahra dan Ilham sudah lengkap. Mungkin sudah satu tahunan,” ujarnya lagi.

Ana mengatakan, keempatnya datang dalam kondisi tubuh yang tidak baik. Perut Zahra dan Ilham sangat besar. Sementara tangan dan kaki mereka sangat kurus. Di kelopak mata sebelah kiri Ilham, ada sedikit bekas lebam.

Sejak awal kedatangannya di Panti Anak, Zahra dan Ilham mengalami diare. Mereka tampak lemas. Zahra tampak loyo. Ia belum bisa duduk ataupun berdiri. Sementara Ilham, sudah mampu berdiri namun tidak tegak.

“Zahra bahkan tidak mau tidur di kasur. Ia selalu bergeser ke lantai. Sepertinya, dia memang sudah biasa tidur di lantai. Pantas masuk angin,” kata Ana.

Sementara itu, Khaerul dan Syahrul tak henti-hentinya menangis ketika datang. Tubuh Khaerul begitu kecil. Gurat-gurat merah tersebar di lengan kiri. Bulatan-bulatan kecil bekas gigitan nyamuk juga muncul di bagian wajah.

Tubuh Syahrul memang lebih berisi dari Khaerul. Namun, kondisinya tak jauh beda. Gurat merah menghiasi sekujur lehernya. Ini terjadi lantaran gesekan antara dagu dan leher. Namun, tidak pernah dibersihkan. Tak hanya itu, bekas-bekas bisul juga nampak dari kulit kepalanya.

“Sekarang, dia sudah bisa ketawa begini. Waktu awal, mana bisa dia diajak main begini,” kata Lena, pengasuh lain di Panti Anak YPAB, sambil mengganti popok Syahrul.

Keempat anak itu langsung mendapat pemeriksaan dari dokter umum dan dirujuk ke dokter anak RSBK. Sejumlah luka dirawat. Penyakit-penyakit yang ada juga diobati.

“Kemarin badan dia demam. Sekarang sudah dingin ni,” kata dr Siska, Dokter Umum RSBK saat menjenguk Zahra di Panti Anak tersebut.

Sekretaris YPAB Hasanah mengatakan, keempat anak tersebut akan tinggal di sana setidaknya sampai penyelidikan kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan fisik oleh Panti Asuhan Rizki Khairunnisa itu selesai. Apakah anak-anak itu nantinya boleh diadopsi atau tidak, Hasanah belum dapat memastikan.

“Saya akan pergi ke Dinas Sosial dulu untuk mempertanyakannya. Tapi sepertinya, sementara ini, belum boleh diadopsi dulu,” tuturnya.

YPAB merupakan sebuah yayasan bagi anak-anak terlantar. Bentuknya berupa Panti Anak dan Biro Konsultasi Pengangkatan Anak. Ia mendapat wewenang dari Dinas Sosial untuk menerbitkan surat adopsi.

Sebelum keempat balita asal Panti Asuhan Rizki Khairunnisa itu datang, YPAB tengah merawat seorang bayi. Bayi itu ditinggalkan ibunya selepas proses kelahiran selesai. Ibunya kabur entah kemana.

“Kami sampai sekarang masih mencari ibunya. Ditambah anak-anak dari panti itu, jumlah anak yang kami tangani ada lima,” tutur Hasanah. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar