Pembobol Pecah Kaca Mobil di Batam Ternyata Pernah Beraksi di Malaysia dan Bali

1023
Pesona Indonesia
Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin sedang mengintrogasi salah satu tersangka dari lima tersangka pecah kaca di Polsek Batuampar, Kamis (22/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin sedang mengintrogasi salah satu tersangka dari lima tersangka pecah kaca di Polsek Batuampar, Kamis (22/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Komplotan pembobolan mobil dengan modus pecah kaca masing-masing Andi, 32, Rusli, 45, Teguh, 35, Tomi, 25, serta Amin, 27, yang diringkus polisi di Batam, ternyata pernah beraksi di Bali dan negeri jiran Malaysia.

“Iya, kami pernah juga melakukan pembobolan mobil di wilayah Bali dan Malaysia,” ujar Rusli, salah satu pelaku, saat ekspose kasus tersebut di Mapolsek Batuampar, Batam, Kamis (22/10).

Resedivis ini mengaku selalu pulang kampung di Sumatera Selatan usai beraksi di suatu daerah. Tentunya setelah hasil kejahatan dibagi. Kemudiania dan komplotannya kembali beraksi saat rekannya di beberapa daerah ada target.

Seperti diberitakan sebelumnya, komplotan ini ditangkap di lokasi berbeda. Andi yang merupakan otak pencurian diringkus di wilayah Batuaji. Sementara empat pelaku lainnya diamankan di Bandara Hang Nadim, dan tiga diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas.

Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan kendaraan yang digunakan komplotan ini untuk beraksi berupa mobil Toyota Avanza hitam nopol BP 1343 GA dan Motor Honda Beat merah nopol BP 2387 MD.

Selain itu, 6 unit ponsel, uang jutaan rupiah serta mobil Toyota Fortuner BP 9 AD yang dibeli pelaku dari uang kejahatan.

Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin mengatakan dalam aksinya para pelaku mempunyai peran yang berbeda. Andi bertugas mencari lokasi pencurian dan Rusli memantau korban dari dalam bank.

Sedangkan Teguh, Tomi, dan Amin bertugas mengeksekusi atau melakukan pembobolan. Mereka mengendarai sepeda motor dan mobil.

“Jika memungkinkan melakukan pakai mobil, yang dalam mobil mengambil uang korban. Kalau kepepet yang mengendarai motor mengambil,” terang Asep.

Asep menjelaskan sebelum beraksi, Andi sekaligus pencari korban akan menghubungi rekannya untuk mendatangi Batam. Empat dari pelaku yang diamankan ini berasal dari wilayah Sumatera Selatan.

Ia menambahkan dari hasil penyelidikan pihaknya, komplotan ini sudah melancarkan aksinya sebanyak 18 kali. Uang dari hasil kejahatan pelaku tercatat mencapai Rp 1 miliar. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar