Tim Polda Kepri Cek Gudang Penimbun Beras di Batam

1036
Pesona Indonesia
imporberas
Ilustrasi Pembongkaran beras di pelabuhan.

batampos.co.id – Kelangkaan beras di Batam telah terbukti akibat ulah beberapa distributor nakal. Mereka sengaja menimbun beras di gudang-gudang mereka hingga ratusan ton, bahkan ada yang sampai 250 ton.

Temuan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam itu langsung direspon oleh Polda Kepri yang sedari awal memang berjanji akan menindak tegas penimbun beras di Batam. Termasuk yang melakukan pratik pengoplosan beras impor ilegal yang diganti kemasannya menjadi merek lokal.

“Kami sudah mengirim anggota mengecek ke lapangan. Jika memang benar terbukti menimbun beras, kami tak sengan-segan menindaknya,” ujar Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Helmi Kwarta Rauf, Jumat (23/10) siang tadi.

Helmi kembali menegaskan, jika terbukti distributor nakal itu menimbun beras, pihaknya akan menindak tegas dengan menerapkan pasal berlapis karena melanggar beberapa aturan. Antara lain  UU Pangan, UU Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen.

“Kami juga koordinasi dengan Disperindag ESDM Batam. Kami berharap diberi data nama distributor yang menimbun itu, supaya bisa dilakukan penindakan,” ujar Helmi.

 

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag dan ESDM Kota Batam, Wan Muhammad Zein, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan ke sejumlah gudang distributor beras dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya, kata Zein, ada ratusan ton beras yang sengaja ditimbun sejumlah distributor.

“Bahkan ada yang menimbun lebih dari 250 ton. Itu tidak bisa,” kata Zein, Kamis (22/10).

Baca Juga: Distributor Nakal di Batam Timbun Ratusan Ton Beras, Warga Tagih Janji Jaksa dan Polisi untuk Menindak

Zein mengaku langsung memberikan teguran lisan kepada para distributor itu. Dia meminta mereka segera mendistribusikan beras ke pasaran guna menakan harga beras yang kini meroket.

Jika teguran lisan ini tak ditanggapi, pihaknya akan melanjutkan dengan teguran tertulis. Sebab, kata dia, menjaga kestabilan harga pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga harus ada peran pengusaha. Sayangnya, Zein enggan menyebut nama-nama distributor nakal yang menimbun beras itu.

“Gudangnya tak usahlah dipublikasikan, kurang pas,” katanya.

Zein hanya mengatakan, beras-beras yang ditimbun itu jenis dan mereknya beragam. Ada beras lokal yang didatangkan dari Jawa dan Sumatera, namun banyak juga yang merupakan beras impor.

Melihat kondisi ini, Zein menegaskan sebenarnya saat ini tidak terjadi kelangkaan beras. Namun yang terjadi adalah keterbatasan distribusi akibat ulah para distributor yang menimbun beras di gudang masing-masing.

“Beras itu ada, cuma memang pengusaha masih wait and see. Mereka melihat situasi di pasar,” katanya. (jnd/nur/bpcoid/bpos)

Respon Anda?

komentar