Walikota Batam Ingin Batam Dimekarkan jadi 20 Kecamatan

1016
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Anggota Fraksi Partai Hati Nurani Bangsa DPRD Kota Batam, Fauzan menolak rencana pemekaran kecamatan serta kelurahan di Batam. Pasalnya, kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum optimal.

”Harusnya pegawai yang ada dibenahi, dievaluasi, serta dioptimalkan. Setelah itu baru dilakukan pemekaran,” ungkap anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam ini.

Fauzan menyebutkan, pukul 10.00 WIB PNS banyak yang belum masuk kantor.

”Pukul 14.00 WIB sudah pulang. Kami bingung, jam berapa mulai bekerja,” kata Fauzan lagi.

Akibatnya masyarakat yang hendak melakukan pelayanan tak terlayani dengan baik.

Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam masih kecil. Itupun banyak disedot untuk gaji serta honorarium pegawai. ”Hampir 68 persen dari total APBD Batam untuk gaji dan honor pegawai,” katanya.

Sekitar 20 persen lebih untuk pendidikan.

”Sisanya dibagi-bagi untuk program kerja masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” ungkap Fauzan.

Memenuhi 30 persen belanja modal untuk pembangunan infrasturuktur saja, pemerintah masih terseok-seok.

”Bayangkan, kalau dilakukan pemekaran lagi. Berapa banyak anggaran yang akan tersedot,” ungkapnya.

Saat ini saja, ungkap Fauzan, aspirasi pembangunan masyarakat melalui Musrenbang, banyak yang tak terakomodir. Banjir, kekurangan sekolah, jalan yang belum merata, hingga jalan berlubang menjadi keluhan masyarakat setiap saat.

”Infrastruktur kita masih minim. Kalu menurut saya optimalkan dulu pembangunan, baru penambahan pegawai untuk pemekaran,” katanya.

Karenanya, pengajuan Rancangan Peraturan Daaerah (Ranperda) tentang pemekaran wilayah maupun permintaan anggaran untuk program ini, menurut Fauzan patut dipertimbangkan.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera mengkaji usulan pemekaran kecamatan yang ada di Batam usai mendapat kepastian jika biaya pengkajian masuk pada APBDP 2015 yang baru saja diketok oleh DPRD Kota Batam, Rabu (30/9).

”Pengkajian 2015, nanti pelaksanaan 2016, bertahap, belum semua,” ujar Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, kemarin.

Menurut Dahlan, dari 12 kecamatan yang ada saat ini bisa dipecah jadi 20 atau maksimal 22 kecamatan. Ia jelaskan, ada beberapa kecamatan yang akan dipecah menjadi tiga, seperti Kecamatan Sagulung yang jumlah penduduknya mencapai 180 ribu jiwa. Begitu juga Kecamatan Batam Kota, yang semestinya dapat dipecah menjadi dua karena penduduknya mencapai 160 ribu jiwa.

Untuk menunjang itu, Pemko Batam juga telah membuat perkirakan tambahan tenaga pegawai negeri sipil (PNS) yang dibutuhkan untuk mengisis pelbagai posisi teknis dan staf pemerintahan.

”Mungkin kita butuh sekitar 100 sampai 200 orang pegawai,” tutup Dahlan. (hgt)

Respon Anda?

komentar