Lagi Layani Pembeli, Ternyata Maling, Dompet Berisi Uang Diembat

986
Pesona Indonesia
Cahaya, 48, warga Kavling Pelopor Batuaji, penjual  nasi di Ruko Taman Carina, saat melapor ke polisi karena dompetnya dicuri pelangggannya, Sabtu (24/10). Foto: cr14/batampos
Cahaya, 48, warga Kavling Pelopor Batuaji, penjual nasi di Ruko Taman Carina, saat melapor ke polisi karena dompetnya dicuri pelangggannya, Sabtu (24/10). Foto: cr14/batampos

batampos.co.id -Pembeli adalah raja. Istilah itu melekat di benak para pedagang, termasuk Cahaya, 48, warga Kavling Pelopor yang berjualan nasi di Ruko Taman Carina. Gara-gara sibuk melayani pembelinya yang ternyata maling, dompetnya malah diembat sang pembeli.

“Isi dompet duit cuma Rp 1,2 juta, tapi ada ATM, KTP, dan surat peting lainya di dalamnya, ini yang bikin repot,” ujar Cahaya, saat melapor Polsek Batuaji, Sabtu (24/10).

Cahaya menjelaskan kejadian bermula pada pukul 13.30 WIB, sorang pemuda menggunkan motor Vega R hendak membeli nasi di tempatnya. Pemuda ini meminta tiga bungkus nasi dan kemudian minta tambah dua lagi. Dia juga minta dibungkuskan lima teh obeng (es teh).

Saat Cahaya sibuk membungkuskan nasi, saat itulah pelaku beraksi. Pelaku lalu pura-pura pamit sebentar dan berjanji akan balik lagi. “Tunggu sebentar saya ke depan dulu,” ujar pelaku kepada Cahaya.

Cahaya mengangguk dan terus menyiapkan pesanan sang maling. Namun ia terkejut saat membalikkan badan hendak menoleh kepada pelaku. Eh, dompet yang ia letakkan di meja sudah tidak ada lagi. “Padahal saya tidak jauh dari meja,” bebernya.

Pelaku lantas tancap gas. “Ciri-ciri pelaku berkulit hitam, menggunakan baju berwarna hitam dan celana jeans panjang warna hitam,” ujar Cahaya saat membuat laporan.

Hikmahnya: hati-hati, tidak semua pembeli itu raja, ada juga maling. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar