Stok Beras di Batam Menipis, Tenang! Ada Beras Premium Bulog

1653
Salah calon pembeli melihat jenis beras impor dan lokal di pertokoan pasar Mega Legenda Batamcenter, Sabtu (24/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Salah calon pembeli melihat jenis beras impor dan lokal di pertokoan pasar Mega Legenda Batamcenter, Sabtu (24/10). Kalau stok beras ini habis, beras premium maupun medium milik Bulog siap diedarkan. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Stok beras di Batam yang makin menipis, bahkan diklaim tinggal dua hari karena ulah para distributor nakal yang menimbun beras dan dibiarkan Pemko Batam dan penegak hukum, tak usah terlalu dirisaukan. Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Batam siap mengamankan kebutuhan beras bagi masyarakat Batam jika stok beras yang dimiliki para distributor beras di Batam habis atau terus ditimbun.

Kepala Bulog Sub Divre Batam, Pengadilan Lubis mengatakan stok beras yang dimiliki Bulog cukup untuk kebutuhan selama tiga bulan ke depan. Jika ada kekurangan beras yang dipasok distributor ke pasaran, pihaknya akan menutupi kekurangan tersebut.

“Bulog pusat punya cadangan 500 ribu ton beras, kalau Batam butuh, bisa kita fasilitasi mendatangkan ke sini,” ujar Pengadilan, Sabtu (24/10).

Baca Juga: DK-BP Batam Diminta Berani Buka Kran Impor Beras

Pengadilan menjelaskan, selama ini Bulog Batam hanya menjalankan tugas sebagai public service obligation (PSO) yang mengemban amanah untuk menyalurkan beras miskin (raskin), mengelola cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan darurat seperti bencana, maupun melayani operasi pasar saat terjadi kenaikan harga beras atau kelangkaan beras.

Namun, kata ia, ada fungsi lain yang selama ini tak dijalankan Bulog Batam, yakni menggarap bisnis dan perdagangan beras premium atau kualitas tinggi. Bulog dapat melempar beras premium yang dimiliki ke pasaran.

”Kami tidak mengambil fungsi ini karena sebelumnya di Batam banyak beredar beras impor yang harganya jauh lebih murah,” terang dia.

Saat ini, kata ia, di gudang Bulog Batam ada 2.000 ton beras. Tak hanya itu, ia juga menyebut pihaknya akan mendapat tambahan beras kiriman. Saat ini dalam perjalanan menuju ke Batam.

”Ada 1.200 ton lagi, jadi total nanti kita punya 3.000 ton lebih,” kata dia.

Dalam satu bulan, Pengadilan mengungkap pihaknya menyalurkan beras untuk warga Batam sebanyak 541 hingga 545 ton. Jumlah itu untuk mengakomodir kebutuhan 36.103 orang miskin Batam. ”Itupun berasnya kualitas medium,” ujarnya.

Bahkan, ia menyambung, bulan Oktober ini pihaknya mengeluarkan raskin untuk tiga bulan sekaligus, yakni raskin bulan Oktober, November dan raskin ke-13. Sementara pada Bulan November nanti, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang logistik pangan itu akan menggelontorkan raskin untuk Desember dan raskin ke-14.

”Ini tujuannya untuk menghindari kelangkaan beras akibat tingginya permintaan, sekaligus menghindari inflasi (naiknya harga barang),” beber dia.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM (Disperindag-ESDM) Kota Batam menyebut ada 15 distributor beras di Batam yang memiliki sekitar 932 ton stok beras di gudang masing-masing.

Rinciannya, PT Srijaya Raya Perkasa 95 ton, PT Mitra Abadi Kiat Perkasa 336 ton, PT Sumber Karya Sejati 50 ton, UD Setia Kharisma 50 ton, PT Five Brother 82 ton, PT Prima Surya Sentosa 10 ton, UD Maju Jaya Sentosa 100 ton, Namseng 20 ton, Jaafar 30 ton, PT Mitra Mandiri Perkasa 100 ton, PT Buana Aneka Jaya 9 ton.

Namun, berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, rata-rata konsumsi beras satu orang di Batam sebanyak 0,3 gram per hari. Jika dikalikan total penduduk Batam yang berjumlah sekitar 1,2 juta jiwa, maka setiap hari Batam butuh 360 ton beras.

Dengan stok beras di gudang distributor yang hanya 932 ton, jumlah itu hanya cukup untuk dua hari ke depan. Meskipun, masih ada tiga distributor beras lain yang mengaku akan memasukkan beras dalam dua atau tiga hari ini.

Namun, menurut Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam, Gintoyono Batong, hitung-hitungan itu tak mutlak benar. Pasalnya, kata ia, jumlah penduduk yang mengkonsumsi beras yang disalurkan para distributor itu tak sebanyak 1,2 juta jiwa atau total seluruh penduduk Batam. Jumlah penduduk itu masih dikurangi penduduk miskin yang jumlahnya 36 ribuan orang di Batam. Begitu juga, anak-anak diperkirakan konsumsinya tak sebanyak 0,3 gram beras per hari.

”Begitu juga beras yang saat ini sudah beredar di pasaran belum dihitung, jadi jangan dikatakan beras hanya cukup untuk tiga hari,” kata Gintoyono.

Sedangkan terkait beras yang dimiliki distributor sebanyak 932 ton, ia jelaskan itu baru hasil pendataan dari Disperindag-ESDM pada pertengahan pekan lalu. Sementara hasil pengecekan pada Jumat (23/10) lalu belum dirilis hasilnya. ”Senin akan saya sampaikan,” kata dia.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan pihaknya akan mengirim surat ke instansi terkait agar memastikan ketersediaan stok beras di Batam.

”Mulai dari Disperindag-ESDM, hingga aparat Kepolisian jika diperlukan akan kita ajak bersama untuk turun menyidak gudang beras untuk memastikan ketersediaan suplai di pasaran,” katanya. (ratna)

Respon Anda?

komentar