Udara Batam Makin Memburuk, Pakailah Masker!

921
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam drg Chandra Rizal membangikan masker kepada pengendara motor karena kualitas udsara Batam semakin memburuk akibat kiriman asap dari Sumatera. Foto: istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam drg Chandra Rizal membangikan masker kepada pengendara motor karena kualitas udsara Batam semakin memburuk akibat kiriman asap dari Sumatera. Foto: istimewa

batampos.co.id  – Kualitas udara di Batam kembali memburuk dalam tiga hari terakhir akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Simpang Jam mencatatkan angka di atas 200 akibat asap kiriman kebakaran hutan.

Berdasar data dari tim Laboratorium Lingkungan (Labling) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, ISPU pada pukul 09.00 pagi berada di angka 230 atau sangat tidak sehat, pukul 10.00 menurun sedikit jadi 222, tapi masih tetap sangat tidak sehat, dan pukul 11.00 ISPU menanjak jadi 254 yang juga masih sangat tidak sehat. Kondisi itu berlanjut pada siang hari, pukul 13.00, ISPU di angka 243.

“ISPU di atas 200 itu artinya kualitas udara sangat tidak sehat,” kata Kepala Bapedalda, Dendi Purnomo.

Namun, pada sore pukul 16.00, ISPU berangsur menurun ke angka 123. Diperkirakan, penurunan ISPU akibat guyuran hujan di beberapa wilayah di Batam pada siang dan sore kemarin.

Menurut Dendi, angka ISPU di kisaran 0-50 berarti baik, 51-100 berarti sedang, 101-199 berarti tidak sehat, 200-229 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam kemudian membagikan sebanyak 3000 masker bagi para pengendara sepeda motor di Simpang Jam, Sabtu (24/10).

“Ini upaya antisipasi agar masyarakat tidak terpapar asap saat berada di luar ruangan,” kata Kepala Dinkes Batam, Chandra Rizal disela membagikan masker, kemarin.

Chandra juga mewanti-wanti masyarakat agar beraktivitas di dalam ruangan dan mengurangi keluar rumah jika tak penting. Pasalnya, paparan asap yang terlampau lama dan dalam jumlah banyak, apalagi terhirup dan masuk ke paru-paru, berpeluang menimbulkan efek bagi kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

“Kalau mengalami gangguan sesak nafas atau batuk karena asap ini, segera kunjungi layanan kesehatan terdekat,” anjurnya.

Tak hanya masker, Kepala Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah preventif dengan menjaga kesehatan. Antara lain, memperbanyak konsumsi air putih.

“Banyak minum air putih tujuannya untuk membantu menetralkan racun yang terhirup dalam asap tersebut,” paparnya.

Lebih lanjut, masyarakat juga diminta memperbanyak makan makanan bergizi dan minum susu. Tak lupa, buah dan sayur yang dibeli di pasar juga dianjurkan untuk dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

“Karena kalau ada endapan partikel asap yang ada di sayur dan buah, agar hilang,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar