200 Santri Berlomba Hafalan dan Ceramah di Masjid Agung Batam

647
Pesona Indonesia
Dua orang santri tampil saat ajang prestasi sholeh-sholehah dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam yang diselenggarakan LAZ Masjid Raya Batam, Minggu (25/10).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Dua orang santri tampil saat ajang prestasi sholeh-sholehah dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam yang diselenggarakan LAZ Masjid Raya Batam, Minggu (25/10).
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB) menggelar perlombaan santri bertajuk Apresiasi ke-2 di Masjid Agung Batam, Minggu (25/10). Apresiasi ini akronim dari ajang prestasi soleh-solehah.

“Ini yang kedua. Yang pertama sudah kami laksanakan tahun 2013 lalu,” kata Darwis, Ketua Panitia Apresiasi ke-2.

Ada dua bidang lomba yang dilaksanakan. Yakni, lomba hafalan (tahfiz) juz 30 dan lomba ceramah. Keduanya dilaksanakan selama satu hari.

Darwis mengatakan, peserta lomba ini merupakan para santri TPQ binaan LAZ MRB. Para peserta bukan hanya dari daratan Batam. Bahkan lebih banyak yang datang dari wilayah hinterland (pulau-pulau di sekitar Batam).

Yaitu, Pulau Kubung, Pulau Airmas, Pulau Selatdesa, Pulau Airraja, Jembatan II Barelang, Pulau Lance, Pulau Akar, Pulau Panjang, Pulau Gara, Pulau Bertam dan Pulau Lingka. Total peserta mencapai 200 anak.

“Kami bagi per kategori berdasarkan usia. Mereka ini kan berusia SD hingga SMP,” katanya.

Perlombaan ini, tambah Darwis, hanya untuk melihat kemampuan para santri. Terutama di bidang hafalan dan dakwah. Diharapkan, acara ini dapat memberikan motivasi untuk terus belajar dan memahami Quran.

Selain itu, juga untuk melatih keberanian anak-anak di hadapan masyarakat. Sebab, tidak semua anak-anak pulau mau tampil di depan umum. Padahal, semua anak memiliki hak yang sama untuk menjadi yang terbaik di Batam.

“Tadi saja, ada dua anak yang malu dan menangis karena melihat teman-temannya banyak. Padahal, ketika di pulau, mereka menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Perlombaan ini tidak mencari satu atau tiga juara. Melainkan sepuluh juara. Masing-masing juara akan mendapat hadiah uang pembinaan.

Namun demikian, mereka yang tidak terpilih sebagai juara juga akan mendapatkan hadiah uang pembinaan. Hanya saja jumlahnya berbeda. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan sertifikat.

“Yang terpenting dalam perlombaan ini adalah anak-anak mau maju dulu,” kata pria yang bertanggung-jawab dalam program pemberdayaan LAZ MRB tersebut.

Ustaz Akhmad Tukhori, Da’i dari Pulau Airraja, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia membawa 22 anak santri dari pulau tersebut. Enam anak mengikuti lomba ceramah. Sisanya, mengikuti lomba tahfiz Quran juz 30.

“Kegiatan ini kan untuk menguji beberapa potensi dari anak-anak binaan dai pulau. Supaya anak-anak makin bergiat lagi,” tuturnya.

Namun demikian, sesungguhnya, masih banyak santri yang ingin datang ke Batam. Namun, sebagian terkendala oleh izin orang tua.

Ustaz Syamsudin, Da’i dari Pulau Gara, mengaku masih ingin membawa sejumlah santri lagi. Mereka adalah santri yang justru tidak sering ikut mengaji. Ia ingin membawa santri-santri itu supaya mereka lebih terpacu untuk semangat mengaji.

“Tapi karena yang boleh dibawa hanya yang bisa berkompetisi, kami hanya membawa delapan santri saja,” tuturnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar