Anggota DPRD Batam Desak Keran Impor Beras Dibuka

884
Pesona Indonesia
Yudi Kurnain, Ketua Komisi II DPRD Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Yudi Kurnain, Ketua Komisi II DPRD Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Helmi-Hemilton-3_f-M-Noor-K
Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Helmy Hemilton. Foto:  batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain, mendesak pemerintah segera membuka kran impor beras. Menurut dia, ini merupakan solusi cepat mengatasi kelangkaan beras di Batam saat ini.

“Sudah berkali-kali kami mengingatkan pemerintah daerah agar secepatnya meminta ke pemerintah pusat supaya membuka impor beras,” ujar Yudi Kurnain, Minggu (25/10).

Larangan impor beras yang diberlakukan selama sebulan lebih, menurut Yudi berdampak langsung terhadap masyarakat. Beras menjadi langka dan mahal. Bila terus dibiarkan akan berimbas terhadap inflasi, kebutuhan hidup layak (KHL), serta perekonomian di Kota Batam.

“Kita butuh beras itu (impor). Bila selama ini ilegal, bikin menjadi legal,” ungkapnya.

Kebijakan impor beras, lanjut Yudi, lebih rasional ketimbang mendatangkan beras lokal dari daerah lain di dalam negeri. Karena selain lebih murah, kualitas beras impor juga lebih baik.

Yudi bersikeras, upaya pemerintah menekan distributor agar menggelontorkan beras cadangan ke pasaran bukan solusi. Sebab, kata dia, tanpa kehadiran beras impor, beras akan kembali langka. “Solusinya buka kran impor,” ucapnya.

Namun, politikus PAN ini juga mewanti-wanti agar pihak-pihak yang berwenang melakukan pengawasan. Sehingga beras yang masuk ke Batam dan Kepri sesuai kuota, dan tidak dimanfaatkan importir untuk disalurkan ke luar daerah kepri.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Helmy Hemilton. Ia berharap pemerintah segera mengeluarkan kuota impor beras untuk Batam serta mengawasinya secara ketat agar tidak bocor ke daerah lain.

“Solusi jangka pendek adalah buka kran impor tapi harus diawasi dengan ketat agar kuotanya tidak berlebih,” ujar politisi Partai Demokrat ini. (hgt/cr17/bpos)

Respon Anda?

komentar