YLKB Soroti Program Pembagian Obat Kaki Gajah Bantuan Amerika Tanpa Label

647
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) Batam menyoroti program pemberian obat filaris (kaki gajah) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. YLKB menyangsikan kasiat serta kegunaan obat yang diberikan kepada masyarakat tersebut.

“Tidak ada komposisi obat, serta penjelasan dari petugas. Misalnya, apa efek sampingnya, kenapa diminum sebelum tidur dan penjelasan lainnya,” ujar Direktur Pengaduan Konsumen YLKB, Heri kepada Batam Pos (grup batampos.co.id), Minggu (25/10).

Heri menyebutkan, pemerintah terlalu gegabah menerima obat bantuan dari Amerika Serikat itu. Tanpa adanya penelitian dan pengecekan obat tersebut. “Harusnya ada label dari BP Pom atau kementrian kesehatan, ini tak ada sama sekali,” ungkap Heri.

Jangan sampai, lanjut Heri masyarakat dijadikan kelinci percobaan. Berdampak negatif bagi kesehatannya di kemudian hari. “Jangan karena gratis, lantas diambil begitu saja,” ucapnya.

Karenanya masyarakat banyak yang gamang, khawatir meminum obat pemberian itu. Ditanya petugas yang memberikan obat, mengaku tak tahu menau tentang obat tersebut.

Petugas hanya memberikan brosur terkait kaki gajah.”Tak ada satupun membahas obat, serta komposisinya. Karennya hingga kini saya tak berani meminum obatnya,” ucapnya. Dalam brosur tersebut juga diberitahukan, obat aman diminum bagi usia 2 hingga 70 tahun.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Chandra Rizal belum memberikan penjelasan.

Diketahui, Dinkes Kota Batam beberpakali memberikan obat filariasis atau kaki gajah hingga ke rumah-rumah warga maupun di Posyandu dan Puskesmas.

Chandra menegaskan, Kota Batam rawan penularan penyakit kaki gajah. Saat ini ada sekitar sepuluh orang di empat kecamatan yang terjangkit kaki gajah, artinya setiap orang terancam terjangkit penyakit yang belum ada obatnya ini.

Masyarakat yang terjangkit penyakit ini diketahui berada di Kecamatan Bengkong, Batu Aji, Batam Kota dan Nongsa. Bahkan ada empat pelajar SD di tembesi yang diduga terjangkit penyakit kaki gajah.

“Penularannya gampang saja. Nyamuk yang sudah mengiggit orang yang terkena penyakit ini bisa menularkan kepada siapa saja,” ungkap Chandra.

Obat filariasis secara teratur, bisa memutus mata rantai penularan kaki gajah. Kaki gajah menurutnya, penyakit menular menahun ynag disebabkan cacing filaria, menyerang saluran dan kelenjar getah bening.

“Dapat merusak sistim limfe,” kata Chandra. Menyeabkan pembengkakan pada tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya.

Penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan, stigma sosial, hambatan psikososial dan penurunan produktifutas kerja penderita, keluarga dan masyarakat. Karena itu Dinkes melakukan program eliminasi filariasis dengan memberikan obat kepada masyarakat. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar