Bawa Anak Bawah Umur Menginap di Hotel, Pria Ini Dipolisikan

1249
Pesona Indonesia
Dwi, pekerja bangunan dimintai keterangan di Polresta Barelang terkait kasus pencabulan yang di laporkan oleh orang tua korban, Senin (26/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Dwi, pekerja bangunan dimintai keterangan di Polresta Barelang terkait kasus pencabulan yang di laporkan oleh orang tua korban, Senin (26/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Dwi, pekerja bangunan yang tinggal di Baloi Kebun, Lubukbaja harus berurusan dengan polisi. Pria berusia 23 tahun ini mengajak pacarnya, SC, yang masih berumur 16 tahun menginap di hotel dan berbuat cabul.

Senin (26/10), orang tua SC melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan Dwi ke Polres Barelang. Pria bertubuh kurus ini kemudian dijemput ke tempat kerjanya dan menjalani pemeriksaan di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrest Barelang.

Menurut informasi, seminggu lalu orang tua korban sempat membuat laporan kehilangan SC di Polres. Mereka sempat mendengar jika SC pergi bersama Dwi yang tak lain tertangga rumahnya. Seminggu mencari, orang tua korban tak menemukan hasil apa-apa, bahkan mereka pun mulai pasrah.

Namun tiba-tiba Senin (26/10) pagi orangtuanya mendapat telepon dari SC. Remaja bertubuh besar ini menangis dan minta jemput ke sebuah penginapan di daerah Orchird Batam Kota. Kepada orang tuanya SC mengatakan dirinya ditelantarkan Dwi selama dua hari disana. Selama pelarian itu, Dwi juga telah berulang kali mencabuli SC.

“Korban yang sendirian menelpon orangtuanya. Dia minta jemput karena ditinggal pergi pelaku,” kata sumber polisi.

Sementara Dwi membenarkan dirinya telah mencabuli SC berulang kali selama menginap di hotel. Ia berdalih pencabulan itu terjadi karena suka sama suka dan tak ada unsur pemaksaan.  Pelarian ke hotel juga karena keinginan mereka berdua.

“Pacaran baru satu bulan. Kami suka sama suka. Seminggu di hotel dan sudah lima kali berhubungan,” kata Dwi kepada wartawan.

Menurutnya, ia tak berniat meninggalkan SC seorang diri di hotel. Namun, karena tak ada uang lagi, iapun terpaksa kembali bekerja. Apalagi ia harus membayar sewa hotel Rp 100 ribu perhari. Sebelum ditinggal, Dwi mengaku sudah menyediakan makanan untuk SC.

“Saya tak berniat meninggalkannya. Bahkan saya bersedia menikahinya. Tapi orang tua saya, tak mau kami menikah, makanya saya dilaporkan,” terang Dwi. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar