Giliran Si Manis yang Langka di Batam

404
Pesona Indonesia
Gula impor. Foto: harianterbit.com
Gula impor. Foto: harianterbit.com

batampos.co.id – Selain beras, saat ini gula pasir impor juga mulai sulit ditemui di pasaran. Kalaupun ada, harganya naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 11 ribu per kilogram.

Seorang pedagang di wilayah Mediterania mengaku kebingungan dengan kondisi pasar saat ini. Ia tak ingin menjual gula lokal, sebab harganya pasti akan jauh lebih mahal dari harga gula sekarang. Bisa jadi mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Sebab, kata dia, saat ini harganya terus naik. Saat harga gula Rp 8 ribu per Kg, dia menjualnya dengan harga Rp 9 ribu. Namun harganya naik lagi menjadi Rp 10 ribu sehingga dia harus menjualnya dengan harga Rp 11 ribu kepada pembeli.

Harga tersebut, kata dia terus bergerak. “Kapan saya untungnya?” kata wanita ini.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Sallon Simatupang, mengatakan Badan Pengusahaan (BP) Batam enggan mengajukan kuota impor beras. Padahal DPRD Batam sudah menyarankan impor sejak tahun 2010, namun hingga saat ini tak pernah ada tindak lanjut.

Kata Sallon, pihaknya juga bersedia mendampingi BP Batam ke pusat untuk mengajukan kuota impor ini. Bahkan DPRD bersedia mengeluarkan anggaran sendiri untuk keperluan itu.
“Kurang apalagi coba,” kata Sallon.

Menurut dia, secara tak langsung BP Batam lebih menyukai adanya impor beras ilegal yang hingga kini terus berlangsung. “Kita tak bisa menafikan itu, selama ini semua pemangku kepentingan pasti makan beras (ilegal) itu,” ucapnya. (hgt//cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar