Jadikan TKI Penari Seksi di Singapura, Dua Orang Jadi Tersangka

844
Pesona Indonesia
Erniana, 50, diamankan Polsek Batuaji karena diduga terlibat penipuan yang akan mempekerjakan orang ke Singapura, Senin (26/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Erniana, 50, diamankan Polsek Batuaji karena diduga terlibat penipuan yang akan mempekerjakan orang ke Singapura, Senin (26/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolsek Batuaji Kompol Andy Hermansyah, mengatakan sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus Eli Yana, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batam yang mempekerjakan TKI tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Dua orang tersangka yaitu Eli Yana dan rekanya bernama Erniana,” ujar Andy, Senin (26/10).

Andy mengatakan Eli Yana ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan, Kamis (21/10) malam. Di hari yang sama Erniana, 50, juga ditetapkan sebagai tersangka kedua.

Andi menyatakan yang mengatur keberangkatan korban Supinah dan keponakannya Atik dari Batam ke Singapura adalah Erniana. “Dialah perantara yang menghubungkan para TKI dengan pihak Singapura,” kata Andi.

Sementara, Eli Yana hanya membantu mencari TKI di Batam.

Baca Juga: Dijanjikan Kerja di Kedai Kopi, Nyatanya Dijadikan Penari Seksi

Erniana, 50, merupakan warga Akasia Garden blok A Tiban. Saat diwawancara mengaku baru sekali itu saja melakukannya. Dia mengaku tidak tahu menahu perihal pekerjaan korban yang menjadi penari di Singapura.

“Saya tidak tahu masalah nari-nari. Keduanya bekerja berjualan di kedai pujasera,” kata Erniana, Senin (26/10).

Erniana mengaku mengenal Eli Yana hanya melalui ponsel, yang dikenalkan oleh temannya. “Nggak kenal, karena dia minta bantu sama saya ada orang yang mau berangkat (ke Singapura, red),” ujarnya.

Karena ada yang minta pertolongan, Erniana kemudian menelpon Rita, rekannya yang berada di Singapura. “Rita yang menampung di Singapura,” bebernya.

Atas perbuatannya Eli Yana dikenakan pasal 4 UU 39  tahun 2004 Jo 102 55 dan 56. Sementara Erniana dikenakan pasal 4 UU 39  tahun 2004 Jo 102 KUHP tentang Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (UU PPTKILN). Keduanya dikenakan hukuman minimal 2 tahun, dan maksimal 10 tahun penjara. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar