Kadi Batam: Sudahlah…, Buka Saja Kran Impor Beras

563
Pesona Indonesia
Jadi Rajagukguk, Ketua Kadin Batam. Foto. dok Batampos
Jadi Rajagukguk, Ketua Kadin Batam. Foto. dok Batampos

batampos.co.id – Daripada ribut-ribut soal beras langka, beras impor ilegal, beras mahal, dan berbagai opini yang saling menyudutkan, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan lebih baik membuka kran impor beras. Masalah selesai.

Kendati setuju kran impor beras dibuka, namun ie memberi catatan. Katanya, harus dilakukan kajian terlebih dahulu mengenai tata kelola niaganya dan jumlah kuota beras yang dibutuhkan masyarakat kota industri ini.

“Harus ada kajian mendalam mengenai siapa saja yang menginginkan kran impor beras dibuka,” ungkap Jadi, Senin (26/10).

Jadi mengatakan akan segera membentuk tim tata kelola niaga beras dan mengundang perwakilan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dan Kepri, Bea Cukai, dan semua stakeholder terkait untuk membahas persoalan ini.

“Kita tidak ingin di momen seperti ini, organisasi seperti Kadin dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi lewat kran impor beras ini,” tuturnya.

Baca Juga: Dituding Timbun Beras, Ini Pembelaan Distributor

Jadi menjelaskan di Batam, beras dibagi atas tiga kategori, yakni beras raskin dari Badan Urusan Logistik (Bulog), beras menengah ke atas dari Jawa yang didistribusikan oleh 15 distributor beras di Batam, dan terakhir beras siluman atau beras ilegal.

Masyarakat di Batam sangat menyukai beras siluman karena harganya murah namun kualitasnya di atas beras lokal.

Namun, saat ini permasalahan timbul karena di sejumlah pasar terjadi kelangkaan beras. Jadi mengatakan setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak termasuk distributor dan Bulog, stok beras sebenarnya aman.

“Jika ada masalah di pasar, kita lihat pendistribusian berasnya. Dari distributor pasti melalui tangan-tangan lainnya baru sampai ke pasar, mungkin disana macetnya” ungkapnya. (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar