Waduh…, Bulog Takut Main Beras di Level Komersil

582
Pesona Indonesia
Beras Bulof. Foto: net
Beras Bulof. Foto: net

batampos.co.id – Ribut soal beras langka dan mahal di Batam, sebenarnya bisa diatasi jika masyarakat mau mengkonsumsi beras Bulog. Apalagi saat ini, Bulog memiliki beras dengan kualitas premium, tak kalah kualitasnya dengan beras impor. Tapi sayang, Bulog tak berani bermain di level komersil, padahal di Batam mayoritas menengah ke atas.

Kepala Bulog Sub Divre Batam, Pengadilan Lubis, mengatakan stok beras cukup sampai akhir tahun. “Saat ini ada 2.000 ton stok raskin, dan 1.200 lagi akan sampai Sabtu (1/12),” ujarnya.

Dengan total 3.200 ton raski, maka masyarakat Batam tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan beras. “Untuk bulan ini, kami tinggal menyalurkan 41 ton lagi,” jelas Pengadilan.

Dalam satu bulan, Bulog Batam menggelontorkan 541.545 kilogram untuk kebutuhan satu bulan sejak Oktober. “Bahkan tahun ini terjadi penambahan menjadi 14 kali penyaluran raskin dari yang biasanya 12 kali per tahun,” ujar Pengadilan lagi.

Pengadilan juga menjelaskan Bulog Batam hanya bertugas menyalurkan raskin sebagai bagian dari tugasnya sebagai Public Service Operation (PSO).

Dengan kata lain, Bulog Batam tidak melaksanakan praktik komersil dalam pendistribusian beras di Batam. “Kalau kami komersilkan sehingga mengambil beras dari Jawa, maka harganya akan tinggi, takutnya tidak laku dan busuk,” jelasnya.

Sedangkan lewat pelayanan PSO, Bulog Batam hanya mendistribusikan beras raskin, permintaan khusus, dan menyimpan cadangan beras pemerintah (CBP).

Penggelontoran raskin menjadi salah satu upaya disamping meminta Pemko untuk segera mengadakan bazar sembako murah. “Kami berharap penggelontoran raskin ini berjalan lancar, kalau tidak akan sulit nantinya,” tutur Pengadilan.

Sedangkan Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kadin Kota Batam, Arianto yang juga merupakan pemilik gudang distributor beras, PT Srijaya Raya Perkasa mengatakan tak ada masalah dalam pendistribusian beras.

“Tadi Pak Wali Kota sidak ke gudang kami. Saya jelaskan tak ada masalah, stok beras aman-aman saja, dan tim ekspedisi pun tak ada menemui masalah,” katanya. (bpos)

Respon Anda?

komentar