Anak-Anak Panti Asuhan Rizki Khairunnisa Boleh Diadopsi, Ini Syaratnya

6256
Pesona Indonesia
Sebelas anak panti asuhan yang ditampung oleh yayasan LKSH Tembesi Kebun, Batuaji. Empat balita lainnya ditampung di panti asuhan di samping RSBK. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Sebelas anak panti asuhan yang ditampung oleh yayasan LKSH Tembesi Kebun, Batuaji. Empat balita lainnya ditampung di panti asuhan di samping RSBK. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat boleh mengadopsi anak-anak yang dievakuasi dari Panti Asuhan Rizki Khairunnisa oleh Polda Kepri beberap pekan lalu. Terutama, dua bayi dan dua balita yang kini tinggal di Panti Anak Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).

“Kalau memang ada yang mau adopsi, boleh. Sebab, mereka sudah menjadi anak negara,” kata Raja Kamarulzaman, Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Batam.

Proses adopsi itu tentunya harus melewati sejumlah tahapan. Namun, untuk tahapan pertama, calon orang tua asuh dapat mendaftarkan diri ke YPAB. YPAB-lah yang akan melakukan sejumlah pemeriksaan persyaratan. Baru kemudian menjembatani para calon orang tua asuh dengan Dinsos dan Pemakaman melalui surat.

“Nanti Dinsos yang akan mengeluarkan surat rekomendasinya,” katanya.

Selain mencari orang tua asuh, Dinsos juga akan berusaha mencari orang tua kandung dari anak-anak tersebut. Termasuk, sebelas anak yang dititipkan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Permata, Tembesi.

Raja tidak dapat memastikan batas waktu penetapan sementara tersebut. Pihaknya kini tengah menunggu keputusan penyelidikan dari pihak berwajib. Selama kasus tersebut belum putus secara hukum, anak-anak tersebut akan dirawat di Panti Anak YPAB dan LKSA Permate. Kebutuhan hidup mereka akan didanai Pemerintah.

Sembari menunggu proses penyelidikan tersebut, Dinsos akan terus membekukan Panti Asuhan Rizki Khairunnisa. Ketika Elvita diputuskan bersalah, panti asuhan yang berlokasi di Jalan Bawal nomor 6 RT 04 RW 01 itu akan ditutup secara permanen. Namun, jika tidak, panti asuhan tersebut akan diizinkan untuk kembali beroperasi.

Disampaikan Raja, izin Panti Asuhan Rizki Khairunnisa sudah lama berakhir. Panti asuhan tersebut telah mengajukan surat perpanjangan izin. Namun, syarat-syaratnya tidak lengkap.

Dinsos telah meminta panti asuhan tersebut untuk melengkapi persyaratannya. Namun, panti asuhan tersebut tak kunjung melengkapi persyaratan. Mereka tidak mengindahkan permintaan Dinsos.

“Ya kami anggap mereka tidak memperpanjang izin,” tuturnya lagi.

Dengan adanya kegiatan ini, Raja menghimbau panti asuhan lain untuk menjalankan kegiatannya sesuai dengan standar pelayanan anak. Jika tidak, bukan tidak mungkin, hal yang sama akan terjadi pada mereka.

“Standar pelayanan anak itu diikuti. Anak-anak itu harus dibina, bukan dibinasakan,” katanya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar