Dua Mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam Jurusan Kuliner Berkompetisi di Bali

1409
Pesona Indonesia
Direktur Batam Tourism Polytechnic (BTP) M. Nur A Nasution (kiri) membimbing dua mahasiswanya Marini, 21, dan Fauzan Bagus, 18, menyajikan menu Melayu Chicken Curry with Potato Perkedel and Stew Casava yang di-garnish dengan bunga mawar liar di kampus BTP di Tiban Ayu, Selasa (27/10). Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos
Direktur Batam Tourism Polytechnic (BTP) M. Nur A Nasution (kiri) membimbing dua mahasiswanya Marini, 21, dan Fauzan Bagus, 18, menyajikan menu Melayu Chicken Curry with Potato Perkedel and Stew Casava yang di-garnish dengan bunga mawar liar di kampus BTP di Tiban Ayu, Selasa (27/10). Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Dua mahasiswa jurusan Culinary Management Batam Tourism Polytechnic (BTP), Marini, 21, dan Fauzan Bagus, 18, dengan teliti menata ayam kari yang dikombinasikan dengan perkedel kentang dalam piring besar (dinner plate). Di bagian pinggirnya daun ubi yang dicincang halus sehingga tampak seperti pasta dan kuah kari dibentuk koma besar mengitari tumpukan daging ayam dan perkedel tadi.

“Toppingnya kasih wild rose, biar bagus,” perintah Nur Nasution, Direktur BTP kepada Marini di dapur praktik kampus yang ada di Jalan Gajah Mada, Tiban Ayu, Sekupang itu, Selasa (27/10).

Lantas, Fauzan Bagus yang berperan sebagai asisten Marini bergegas mengambil dua kuntum mawar liar berwarna merah dan putih. Dengan jepitan yang diambil dari saku lengannya, Marini segera meletakkannya di atas daging ayam dan perkedel.

“Begini pak?” tanya Marini.

“Ya, biar semakin bagus nanti disemprot lagi dengan kuah kari sehingga tampak segar dan aromanya semakin keluar,” kata Nur Nasution lagi.

Selama proses, dari memotong, memasak, hingga menata di piring, Nur Nasution terus bertepuk tangan dengan keras sambil menghitung di samping mereka. “Ayo cepat, waktu kalian hanya 44 menit.”

Dalam waktu yang telah ditentukan Marini dan Fauzan mampu menyajikan menu yang diberi nama Melayu Chicken Curry with Potato Perkedel & Stew Casava itu dalam empat porsi.

“Namanya memang panjang, karena nama menunya harus menyesuaikan dengan komposisi yang ada dalam menu,” Marini menjelaskan.

Sebenarnya, tukas Nur, dalam lomba waktunya 55 menit, tapi karena ini latihan maka mereka diminta untuk selesai lebih cepat. “Selain itu yang tepuk tangan sambil teriak tadi itu untuk melatih mental mereka aja agar ketika lomba tidak gugup,” jelas mantan dosen STP Nusa Dua Bali itu.

Ya, dua mahasiswa itu, memang sedang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi kuliner di Bali bertajuk Battle Wars 2015 Culinary Competition yang akan digelar di Taman Begawan Nusa Dua, Bali, 31 Oktober mendatang. Sudah semingguan mereka dibimbing langsung oleh Nur Nasution yang sudah berpengalaman dalam dunia kuliner baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Mereka akan bertanding dengan mahasiswa perhotelan se-Indonesia. “Semoga mereka membawa nama baik BTP yang juga nama baik Batam dan Kepri,” harapnya.

Pria kelahiran Jogjakarta, 30 April 1967 yang telah melanglang buana di dunia perhotelan dan rumah sakit itu baru menjabat direktur BTP. Dia bertekad mengembangkan SDM (sumber daya manusia) Batam dan Kepri di bidang pariwisata dan hospitality.

“Kue Batam itu besar untuk bidang hospitality, jangan sampai anak Batam dan Kepri hanya jadi penonton,” ujar jebolan coach Pelatihan Perwira Mandiri 2012 itu.

Tak mengherankan jika Nur menyebut “kue Batam besar”, pasalnya dari tingkat kunjungan wisatawannya peringkat ketiga seelah Bali dan Jakarta. “Inilah peluangnya, belum lagi peluang lapangan kerja di Singapura dan Eropa,” ungkapnya.

Nur menyebut keuntungan kerja di bidang perhotelan dan hospitality ada tiga income (pemasukan, red), yaitu gaji, service dan tips. “Itu belum THR (tunjangan hari raya, red),” imbuhnya meyakinkan.

“Kalau di industri mungkin hanya dapat satu gaji.”

Nur menjamin lulusan BTP tidak akan menganggur karena di BTP mahasiswanya akan digembleng menjadi profesional dan entrepreneur. “Kalau belum jebol di profesi maka mereka akan jadi pengusaha,” tegasnya.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, BTP akan menggelar kejuaraan antar SMK/SMA se-Kepri yang akan dimulai 31 Oktober. Kejuaraan yang akan dipertandingkan diantaranya Gado-Gado Fusion, English Speech, Mandarin Speech, Luxurious Making Bed, Fine Dining Table Set Up dan Flash Mob and Yel Competiton.

“Total hadiahnya Rp 500 juta,” sebut Nur Nasution. (ryh/bpos)

Respon Anda?

komentar