Gara-gara Pembangunan SMAN 21 Batam Dipindah, Warga Demo DPRD Batam

760
Pesona Indonesia
Puluhan warga Kelurahan Kabil berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menolak rencana pemindahan pendirian SMAN 21 Batam, Selasa (27/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Puluhan warga Kelurahan Kabil berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menolak rencana pemindahan pendirian SMAN 21 Batam, Selasa (27/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabil menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Gedung DPRD Kota Batam, Selasa (27/10). Mereka menolak pemindahan lokasi pembangunan SMAN 21 Batam yang diduga sengaja dilakukan oknum anggota DPRD Kota Batam.

Perwakilan LPM, Nikson Sihombing, mengatakan lahan pembangunan SMA 21 awalnya berada di dekat Bumi Perkemahan Kabil. “Lahannya tidak bersengketa dan sudah disetujui oleh Pemerintah Kota Batam,” kata Nikson.

Namun di tengah perjalanan, oknum anggota DPRD memindahkan lahan pembangunan ke mess hall di Kampung Panau, Kelurahan Kabil. Tanpa ada pembicaraan dengan masyarakat sekitar.

Diduga untuk kepentingan politik dan bisnis oknum anggota DPRD tersebut. “Lahan yang berada di Bukit perkemahan lebih strategis,  dekat dengan perumahan warga dibanding dengan Messhall Kampung Panau yang jauh dari keramaian,” katanya.

Karenanya masyarakat mempertahankan pembangunan sekolah di tempat semula. Permaslahan itu sudah dilakukan Rapat Denngar Pendapat (RDP), namun tak ada tindak lanjut, karenanya LPM menggelar unjuk rasa.

Sekretaris Komisi I DPRD Batam, Ruslan Aly Wasyim meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabil tidak membalikan fakta terkait persoalan lahan SMAN 21 Batam.

“Lahan yang diminta LPM, masih bersengketa masih ada pemiliknya. Ini orangnya,” ungkap Politisi Golongan Karya (Golkar) tersebut menunjuk salah satu warga yang ikut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi I DPRD Kota Batam.

Ruslan menjelaskan, tahun 2014 lalu lahan yang berada di bukit perkemahan awalnya dialokasikan untuk membangun sekolah SMPN 51. “Namun ditolak warga, lahannya masih bersengketa. Ini bukti penolakannya,” ungkap Ruslan.

Pembangunan SMPN 51 akhirnya dipindahkan ke RT 01 RW 10 Senjulung.”Kini sekolahnya sudah terbangun,” katanya.

Karena alasan tersebut, SMAN 21 Batam akan di bangun di Messhall Kampung Panau Kelurahan Kabil bukan di Bumi Perkemahan.”Sudah dilakukan studi kelayakan oleh Disdik, lahannya juga jelas tak ada sengketa,” ungkap Ruslan.

Ruslan mengatakan, lahan di mess hall dihibahkan kepadanya. Kemudian ruslan menyerahkan lahan seluas satu hektar itu ke pemerintah untuk dibangun sekolah. “Tidak ada niat untuk keuntungan pribadi. Kalau untuk keuntungan bagus saya bikin kavling,” ucap Ruslan. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar