Raswin Bantah Menyimpan 560 Gram Sabu dan 100 Pil Ekstasi

637
Pesona Indonesia
Terdakwa Raswin saat persidangan di PN Batam, Selasa (27/10). Foto: anggie/batampos
Terdakwa Raswin saat persidangan di PN Batam, Selasa (27/10). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Sidang mendengarkan keterangan saksi kasus kepemilikan 560 sabu dan 100 butir ekstasi terdakwa Raswin bin Nain kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (27/10). Pada sidang kali ini terdakwa membantah sabu dan ekstasi tersebut miliknya.

“Saya tidak tahu Yang Mulia, semua itu bukan milik saya, melainkan milik bos saya Chandra (DPO). Saya tidak pernah bertransaksi sabu Yang Mulia, makanya saya terkejut waktu barang-barang itu ditemukan di lemari baju saya,” katanya.

Sementara saki dari kepolisian yang menangkap Raswin mengatakan sabu yang ditemukan di lemari pakaian terdakwa itu sudah dalam bentuk paket, dan 100 pil ekstasi dibungkus dalam alumunium foil.

“Mendapat laporan dari warga, kami langsung melakukan penggerebekan di kosan terdakwa yang berada di atas mini market Multi Komplek Bukit Mas Nagoya lantai dua, Minggu (10/5) sekitar pukul 21.00 WIB, dan ditemukanlah barang bukti tersebut juga bong untuk menghisap sabu,” ujarnya.

Meski di persidangan Raswin membantah, namun dari BAP kepolisian, Raswin mengaku dan telah menandatangani, Ketika majelis hakim menanyakan apakah itu benar tandatangannya, Raswin membenarkan.

“Di BAP ini kamu akui tandatangan kamu, dan isinya jelas kalau narkotika itu kamu yang jual. Jadi apa maksud kamu bilang tidak tahu? Jangan bohong-bohong kamu!,” tegas Hakim Ketua, Sarah Louis.

Dalih terdakwa itu memang tak punya bukti kuat. Ia kemudian tertunduk dan terpaku mendengarkan sidang. Diketahui, sabu dan pil ekstasi itu dibawa oleh Chandra dari Malaysia yang ia beli dari Uncle (DPO).

Chandra menyerahkan sabu seberat 1 kilogram kepada terdawa untuk dijual, dan saat penggerebekan sabu yang ditemukan sisa seberat 560 gram. Dengan kata lain, 440 gram sabu telah berhasil dijual.

Jaksa Penuntut Umum Andi Akbar dalam dakwaannya, menjerat terdakwa melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yang diancam dengan hukuman mati.

Selanjutnya, sidang perkara terhadap terdakwa Raswin bin Nain akan kembali digelar pada pekan depan, Selasa (3/11) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar