Alamak…, 10 Bulan 1.517 Kasus Cerai di Batam, Media Sosial Salah Satu Pemicu

996
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kantor Pengadilan Agama B1 Kota Batam mencatat ada 1.517 gugatan perceraian hingga Oktober 2015.

Badrianus, Panitra Muda Hukum Pengadilan Batam mengatakan jumlah gugatan setiap bulannya mengalami peningkatan, kecuali saat Ramadan.

“Waktu bulanpuasa sempat turun, tapi setelah itu naik lagi,” ujar Badrianus, Selasa (27/10) lalu.

Jika dihitung per hari, paling tidak ada 15 kasus pengacuan cerai di PA Batam. Rata-rata yang menggugat cerai adalah wanita atau istri.

Penyebab perceraian didominasi masalah ekonomi, kurang penghargaan sesama pasutri, KDRT, hingga adanya pihak ketiga dalam rumah tangga.

Bahkan, Badrianus menyebut, dari sekian banyak kasus cerai itu, banyak juga dipicu oleh aktivitas media sosial yang memicu keretakan hubungan rumah tangga pasangan suami istri.

Bisa jadi ada pasutri yang menjalin asmara dengan orang lain yang berawal dari pertemuan di media sosial yang berlanjut kopi darat hingga lama-lama ketahuan dan berujung gugatan cerai.

Rata-rata yang mengajukan gugatan masih berusia muda, sekitar 20 hingga 30 tahun.

“Dan usia pernikahan mereka masih sangat muda, ada yang dua tahun menikah tapi sudah ingin bercerai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kurangnya komunikasi menjadi penyebab perceraian, serta kesibukan dari masing masing pasangan. Apalagi Batam merupakan Kota Industri, banyak istri yang bekerja, mungkin saja hal ini membuat kesenjangan penghasilan antara suami dan istri.

Dia mengharapkan bagi pasangan yang ingin menikah membuat kesepakatan dan komitmen sebelum terikat pernikahan dan saling pengertian.

“Pengadilan Agama menyarankan kalau kedua pasutri hadir, akan kami usahakan jalan mediasi, tujuannya agar bisa menghindari pasutri dari kasus perceraian,” pungkasnya. (cr17/bpos)

Respon Anda?

komentar