Kadin Ancam Gugat SK Gubernur Jika Tetapkan Upah Berdasarkan PP 78 Tahun 2015

2151
Pesona Indonesia
Ahmad Makruf Maulana, Ketua Kadin Kepri. Foto: istimewa
Ahmad Makruf Maulana, Ketua Kadin Kepri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2016 yang telah disepakati tripartit sebesar Rp 2.879.819 disambut baik para pengusaha. Termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri. Bahkan, Kadin Kepri mengancam akan menggugat SK Pejabat Gubernur Kepri, jika menetapkan UMK Batam mengacu pada PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang baru disahkan Presiden Jokowi.

UMK Batam 2016 tersebut memang ditetapkan tidak mengacu pada PP 78. Pasalnya, PP tersebut diteken, setelah ada keputusan besaran UMK yang disepakati oleh tripartit (pengusaha, pekerja, dan pemerintah).

“Apabila Gubernur tak mengikuti hasil kesepakatan dewan pengupahan, Kadin Kepri akan melakukan gugatan hukum,” ungkap Ketua Kadin Kepri, Ahmad Makruf Maulana, Rabu (28/10).

Kadin memang memiliki kepentingan besar. Jika UMK Batam disahkan Pejabat Gubernur Kepri mengacu kepada PP 78 tahun 2015, UMK Batam akan lebih tinggi dari kesepakatan DPK Batam, yakni Rp 2.994.112.

Angka tersebut didapat sesuai formula penghitungan upah yang diatur dalam PP 78/2015. Yakni UMK saat ini Rp 2.685.302 ditambah inflasi 6,83 persen ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 4,67 persen.

Pengusaha, kata Makruf, akan semakin keberatan jika UMK Batam tahun depan Rp 2,9 juta. “Lagian angka UMK Rp 2.879.819 sudah disepakati buruh,” katanya.

Wakil Ketua Kadin Kepri Bidang Tenaga Kerja, Junaidi, asosiasi pengusaha yang mengutus anggotanya di dewan pengupahan harus menghormati keputusan rapat. “Jangan mengutus, namun tak mengakui keputusan anggotanya,” katanya lagi.

Bila terdapat hal yang tak sesuai, harusnya diklarifikasi kepada anggota yang diutusnya, apa yang menjadi penyebabnya. “Jangan sampai menjadi konsumsi masyarakat,” katanya.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan Kadin merupakan induk organisasi pengusaha. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, meminta Kadin menetapkan tujuh orang nama dari organisasi pengusaha untuk duduk di dewan pengupahan.

“Kami undang (organisasi pengusaha) dan menetapkan nama-namanya,” ungkap Jadi.

Tujuh nama yang diusulkan tersebut, kata dia, mengakomodir seluruh organisasi pengusaha, mulai dari Kadin hingga Apindo. Seluruhnya bekerja dan berjuang untuk menentukan angka UMK Kota Batam dengan cara kondusif, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada.

Kata dia, DPK Batam sepakat tak mengacu kepada PP 78 tahun 2015 dalam menentukan UMK Batam 2016. “Karena pekerja memahami kondisi ekonomi saat ini,” katanya.

Anggota Dewan Pengupahan Kota Batam, Rusmini Simorangkir, mengatakan UMK Rp 2,8 juta diambil berdasarkan hasil keputusan bersama.

“Bila ada pengusaha yang ingin memberikan lebih (sesuai PP 78), ya silahkan,” ungkap Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Kadin Batam ini.

Begitupun penentuan upah kelompok kerja, kata dia, tidak melanggar ketentuan. Meskipun dia mengakui saat pembahasan ada beberapa wakil pekerja yang memilih walk out.

“Harusnya kompak, kalau tak setuju bukannya keluar. Harusnya memberikan solusi bukannya tak hadir atau meninggalkan tempat,” katanya lagi.

Sebelumnya, Ketua Apindo Kepri, Cahya, menolak UMK hasil kesepakatan DPK Batam sebesar Rp 2.879.819. Alasannya, penghitungan UMK tersebut tidak mengacu pada PP 78 thaun 2015. Jika mengacu PP tersebut, maka UMK Batam tahun depan seharusnya Rp 2.994.112.

Namun di balik sikap ini, Apindo juga menolak upah golongan kerja yang sudah disepakati DPK Batam. Menurut Cahya, upah golongan kerja atau sektoral seharusnya ditentukan gubernur, bukan dibahas di DPK.

Gubernur sendiri nantinya dalam mengesahkan UMK Batam tentu harus mempertimbangkan PP 78. Pasalnya PP tersebut sudah diteken dan dinyatakan berlaku mulai penghitungan upah untuk 2016. Artinya, penghitungan upah itu sudah harus mengacu PP 78. UMK Batam 2016 berpotensi menjadi Rp 2.994.112.

Jika ditetapkan di atas kesepakatan tripartit, buruh diyakini tidak akan keberatan. (ian/hgt)

Respon Anda?

komentar